LPSK Siap Lindungi Ahli IT ITB Korban Penganiayaan Berat

Rabu, 12 Juli 2017 : 00.28
JAKARTA - Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Hasto Atmojo Suroyo menegaskan siap memberikan perlindungan terhadap menimpa H, ahli IT alumni dari ITB yang menjadi korban penganiayaan berat.

Untuk itu, LPSK berinisiatif mendatanginya untuk menawarkan layanan dari negara bagi korban kejahatan, baik itu perlindungan fisik, bantuan medis maupun rehabilitasi psikologis. Apalagi, kasus ini mendapatkan perhatian dari banyak pihak.

Penganiayaan terhadap H mendapatkan reaksi yang ramai dan LPSK melihat kasus ini mendapatkan perhatian lebih dari masyarakat.

"Kita sudah bertemu dengan keluarga korban, termasuk rekan korban dari sesama alumni ITB. LPSK menyatakan siap memberikan layanan bagi korban," kata Wakil Ketua LPSK Hasto Atmojo Suroyo di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (11/7/2017).

Selain kepada korban, menurut Hasto, layanan juga diperuntukkan bagi istri korban, karena pada saat kejadian, yang bersangkutan turut melihat kejadian tersebut.

Pasalnya, korban juga mengalami trauma melihat aksi kekerasan yang menimpa suaminya, belum lagi ancaman yang mungkin timbul dari para pelaku yang diketahui hingga kini belum tertangkap.

LPSK merupakan perpanjangan tangan negara dalam melaksanakan pemenuhan hak bagi saksi dan korban kejahatan, termasuk bagi H dan istrinya yang menjadi korban penganiayaan berat sekelompok orang di Tol Jagorawi beberapa waktu lalu.

"Kita juga apresiasi teman-teman dari alumni ITB yang sigap menemani korban dan keluarganya," tutur Hasto.

Wakil Ketua LPSK Askari Razak menambahkan, pihaknya beranggapan kasus yang menimpa H ini merupakan penganiayaan berat dan masuk dalam satu kasus prioritas yang ditangani LPSK.

Korban berhak mendapatkan layanan LPSK, baik perlindungan fisik, bantuan medis dan rehabilitasi psikologis, termasuk fasilitasi pengajuan restitusi.

Kata dia, LPSK memang tidak masuk dalam substansi kasusnya. Hanya saja sesuai mandat UU Perlindungan Saksi dan Korban, LPSK menawarkan layanan dari negara yang bisa diakses korban kejahatan.

"Apalagi, kasus yang menimpa H sudah termasuk penganiayaan berat," kata Askari sesuai bertemu keluarga korban di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta.

Informasi yang digali dari pihak keluarga, kondisi korban mulai stabil. Untuk pengobatan, sementara ditanggulangi pihak keluarga dibantu rekan-rekan korban sesama alumni ITB.

Dari pihak keluarga hingga kini belum mengambil keputusan apa-apa terkait kasus yang menimpa H. Keluarga baru fokus bagaimana menyembuhkan H dari luka akibat sabetan senjata tajam di sekujur tubuhnya. (des)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi