Insiden Helikopter di Temanggung, Pramuka Teladani Pengabdian BASARNAS

Senin, 03 Juli 2017 : 21.59
JAKARTA - Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Adhyaksa Dault mengungkapkan keprihatinan mendalam atas atas insiden jatuhnya helikopter Basarnas di Pegunungan Butak, Temanggung, Jawa Tengah pada Minggu (2/7).

"Selamat jalan kakak-kakak pejuang kemanusiaan dari Basarnas. Kami Pramuka se-Indonesia berduka dan mendoakan," ujar Adhyaksa Dault, di Jakarta, Senin (3/7/2017). Menurutnya, mereka yang gugur dalam kecelakaan itu, telah bekerja saat masyarakat tengah libur sehingga pengabdian dan keikhlasan mereka harus diteladani.

Dari informasi diterimanya, almarhum Kak Nyoto Purwanto dan Tim Basarnas yang wafat lainnya, semasa hidup, aktif memberikan pendidikan dan pelatihan bagi adik-adik Pramuka. Karena itu, kematian mereka dalam menjalankan tugas kemanusiaan, tentunya semua mendoakan semoga menjadi amal jariyah mereka.

Ditegaskan, pada acara Raimuna Nasional XI 2017 Gerakan Pramuka, Adhyaksa akan mengundang dari Basarnas sebagai narasumber. "Banyak ilmu dan informasi baru yang harus kita serap dari Basarnas,” tambah Adhyaksa yang juga Mantan Menpora 2004–2009 ini.

Diberitakan, Helikopter Basarnas jatuh mengakibatkan 8 korban meninggal yaitu 4 kru dan 4 tim rescue Basarnas. Delapan orang itu adalah kru: Kapten Laut (P) Haryanto, Kapten Laut (P) Solihin, Serka Mpu Hari Marsono dan Peltu LPU Budi Santoso; sedangkan Tim Basarnas: Maulana Afandi, Nyoto Purwanto, Budi Resti, dan Catur Bambang Sulistyo. (rhm)
Berita Terbaru
Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi