Harga Kebutuhan Pokok Selama Puasa Turun, Bali Alami Deflasi

Selasa, 04 Juli 2017 : 01.00
Kepala BPS Bali Adi Nugroho
DENPASAR - Akibat turunnya harga-harga komoditas utama atau harga relatif terkendali saat memasuki bulan Ramadan sehingga di Bali khususnya di Kota Denpasar dan Singaraja justru mengalami deflasi.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali Adi Nugroho mengungkapkan, wilayah Bali utara, mengalami deflasi sebesar 0,64 persen pada bulan Juni 2017. "Kondisi itu dipicu oleh turunnya indeks bahan makanan sebesar 3,29 persen," sebut Adi dalam keterangan resminya di Denpasar, Senin (3/7/2017).

Adapun komoditas yang mengalami penurunan harga antara lain cabai rawit, daging ayam ras, bawang merah, beras, bawang putih, layang (benggol), jeruk, cabai merah, tongkol pindang, sawi hijau, tepung terigu dan bayam.

Selama bulan puasa hingga Idul Fitri 1438 Hijriah baru kali ini beberapa komoditas lain harganya menurun seperti salak, kacang panjang dan pepaya,

Sedangkan komoditas yang mengalami kenaikan harga antara lain tarif listrik, ketimun, angkutan antarkota, rokok putih, buncis, tongkol (ambu-ambu), pisang, kecambah, teri segar, daging ayam kampung, telur ayam ras, tomar sayur, gula pasir, cumi-cumi, minuman segar, mie kering instan dan tarif pulsa ponsel.

Ibu Kota Kabupaten Buleleng yakni Singaraja, mengalami deflasi sebesar 0,64 persen dengan indeks harga konsumen sebesar 136,45. Data BPS melansir, Inflasi tahun kelender (Januari-Juni 2017) sebesar 1,00 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun yakni Juni 2017 terhadap Juni 2016 sebesar 3,90 persen.

Untuk enam kelompok lainnya mengalami inflasi yang meliputi kelompok perumahan, air, listrik, gas, bahan bakar 0,54 persen, kelompok sandang 0,46 persen, kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan 0,43 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,38 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,07 persen serta kelompok kesehatan 0,06 persen.

Adi menjelaskan, dari 82 kota di Indonesia yang menjadi sasaran survei tercatat 79 kota mengalami inflasi dan tiga kota mengalami deflasi. "Inflasi tertinggi terjadi di Tual sebesar 4,48 persen dan inflasi terendah di Merauke 0,12 persen," ungkapnya.

Dari catatan BPS, Kota Singaraja merupakan deflasi tertinggi dan terendah di Kota Denpasar 0,01 persen," imbuhnya. Bahkan, dalam pengamatannya deflasi yang terjadi di Denpasar dan Singaraja ini merupakan yang pertama kali sejak 10 tahun terakhir. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi