Gubernur Pastika Harapkan Bali Jadi Pusat Industri Jasa Keuangan

Rabu, 12 Juli 2017 : 22.20
Gubernur Mangku Pastika hadiri peresemian Bali Center for Sustainable Finance di kampus Unud
DENPASAR - Gubernure Bali Made Mangku Pastika berharap ke depan Bali disamping menjadi tujuan pariwisata yang berbasiskan budaya juga bisa menjadi center of finance industri seperti Singapura ataupun Hongkong.

Hal itu disampaikannya, menanggapi dipilihnya Bali oleh Dewan Komisaris Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai implementasi roadmap “Keuangan Berkelanjutan” dengan diresmikannya Bali Center for Sustainable Finance (BCSF) di Universitas Udayana.

Kata Pastika, Pemerintah Provinsi Bali menyambut baik dan mendukung berdirinya BCSF ini, sebagai implementasi dari komitmen Pemerintah dalam menjalankan program keuangan berkelanjutan.

Pastika berharap BCSF ini dapat menjadi pusat studi dan pembelajaran bagi seluruh pelaku industri jasa keuangan di tanah air. Pasalnya,program itu memerlukan sumber daya manusia yang handal dan profesional.

Fenomena perbankan dalam globalisasi disebutkan “Banking is necessery, but banks are not”. Nantinya bank bisa saja akan tutup semua, namun kegiatan perbankan akan jalan terus.

Sehingga fenomena ini harus dijawab para pelaku jasa perbankan untuk meyakinkan masyarakat akan pentingnya keberadaan bank dalam kegiatan perekonomian. "Berbagai studi dan kegiatan sosialisasi diperlukan, sejalan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia dan kualitas lembaga keuangan," kata Pastika.

Ide pembentukan BCSF ini tercetus oleh Gubernur Pastika beberapa tahun lalu, dan OJK sebagai pihak yang paling berkompeten telah dapat mewujudkannya saat ini. Bali disamping menjadi tujuan pariwisata yang berbasiskan budaya juga diharapkan menjadi center of finance industri seperti Singapura ataupun Hongkong.

"Kita bangga karena ada nama ‘Bali’ didepannya, ini suatu promosi tersendiri bagi Bali. Kedepan ada keinginan Bali menjadi pusat keuangan dunia, kapan itu tercapai kita tentu akan merencanakan strategi agar berhasil.

Dunia kita wisata budaya, alam spiritual, yang belum dikelola itu wisata finance, edukasi, dan sport. Semua kesempatan itu harus kita manfaatkan," jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman Darmansyah Hadad menyampaikan dibentuknya BCSF bertujuan menyediakan pusat studi dan pembelajaran bagi pelaku industri keuangan, pengambil kebijakan, pelaku usaha sektor jasa keuangan maupun masyarakat.

Selain itu BCSF akan menjadi sarana berkumpulnya para ahli dari berbagai bidang studi untuk berdiskusi dan berbagai pengalaman tentang hambatan dan tantangan dalam implementasi Keuangan Berkelanjutan serta membangun jejaring pemangku kepentingan dalam program tersebut.

"Kedepan pihaknya berharap tidak berhenti hanya di seminar saja, namun berkembang lebih lanjut dan Bali menjadi central of excelent dari kegiatan keuangan dunia," demikian Muliaman. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi