Gede Pasek Sebut Pemerintah Lamban Tangani Ormas Radikal

Jumat, 07 Juli 2017 : 07.53
Deklarasi Save NKRI bubarkan Ormas Radikal Anti Pancasila di Bali
DENPASAR - Politisi Partai Hanura Gede Pasek Suardika menilai pemerintah lamban dalam menangani ormas radikal anti Pancacila padahal kondisi tersebut melahirkan ketidaktenangan di masyarakat.

Menurut Pasek, dibandingkan dengan negara lainnya, dalam menangkal gerakan organisasi radikal apalagi berhaluan anti Pancasila, Indonesia tergolong lamban.

Di negara lain, jika ada bibit-bibit gerakan yang sudah membahayakan sendi-sendi negara, langsung diambil tindakan tegas. Tidak menunggu setelah kejadian setelah ada jatuhnya korban baru bertindak.

"Pemerintah mestinya tidak ragu bertindak, biarkan semua risiko rakyat yang menentukan, kita tidak ingin kisah di Filipina terjadi di Indonesia," jelasnya di sela Diskusi "Save NKRI, Bubarkan Ormas Radikal Anti Pancasila di Kantor DPD RI Perwakilan Bali Renon, Denpasar, Kamis (6/7/2017).

Anggota DPD RI ini mengingatkan, bahwa negara bisa hancur oleh tiga hal yakni gerakan separatis, radikal dan masyarakat yang apatis. Karenanya, dia mengajak kalangan muda pelajar dan mahasiswa, tetap menjaga NKRI dan semangat kebhinekaan dalam masyarakat plural di Indonesia.

Hadir dalam diskusi yang digelar KMHDI dan Peradah Indonesia, Ketua KNPI Bali Nyoman Gede Antaguna dan Ketua Umum DPN Peradah Indonesia D Suresh Kumar. Diskusi dihadiri ratusan pelajar, mahasiswa dan kaum muda di Bali.

Senada dengan Pasek, Antaguna juga meminta negera bergerak cepat segera membubarkan ormas-ormas radikal yang anti Pancasila.

Dia mempersilakan generasi muda di Bali turun ke jalan guna mendesak pemerintah segera membubarkan ormas radikal anti Pancasila sebab jika itu dibiarkan akan mengancam NKRI dan sejarah Indonesia akan hilang.

Sementara, dalam pandnagan Suresh, keragaman di Indonesia sebuah keniscayaan sebuah perbedaan baik suku, bangsa, agama, ras serta budaya. "Keragaman di Indonesia merupakan kekayaan dan keindahan Bangsa Indonesia yang merupakan potensi sekaligus menjadi tantangan," imbuhnya.

Setelah diskusi, peserta diskusi para tokoh pemuda, presidium KMHI dan Peradah Indonesia mendeklarasikan diri dengan menandatangani "Deklarasi Save NKRI, Bubarkan Ormas Radikal Anti Pancasila".

Dalam deklarasi itu berisi, "Kami Pemuda Indonesia dan Tokoh Lintas Agama yang Hidup dan Mati di Tanah Pertiwi, tidak akan membiarkan sejengkal pun tanah nusantara yang berlandaskan Pancasila, bernafaskan Bhineka Tunggal Ika dinodai mereka-mereka yang Anti Pancasila dengan topeng-topeng apapun. NKRI harga mati, Bubarkan Omas ANti Pancasila, walaupun Perpu jawabnya". (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi