BUMN Hadir untuk Negeri, Kenalkan Generasi Muda Arti Kebhinekaan

Minggu, 16 Juli 2017 : 15.36
DENPASAR - Sebanyak 20 orang pelajar dari Provinsi Bali dan Maluku mengikuti program pertukaran pelajar antardaerah yang merupakan program BUMN Hadir untuk Negeri sebagai ajang lebih mengenalkan kebudayaan dan memperkuat semangat kebhinekaan dalam bingkai NKRI.

Program pertukaran pelajar antardaerah SMN diinisiasi Kementerian BUMN dengan menggandeng beberapa Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebagaimana disampaikan Kepala Bidang Monitoring dan Evaluasi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Kementerian BUMN Sandra Firmania.

"Kami berharap anak-anak ini nantinya bisa menjadi duta perwakilan daerah," kata Firmania saat pembukaan dan pelepasan Siswa Mengenal Nusantara (SMN) Provinsi Bali 2017 di Denpasar, Minggu (16/7/2017).

Dijelaskan, program pertukaran pelajar antardaerah SMN tersebut diinisiasi Kementerian BUMN dengan menggandeng sejumlah badan usaha negara dalam program "BUMN Hadir Untuk Negeri".

Sebanyak 20 orang pelajar SMA/SMK termasuk pelajar disabilitas lolos seleksi yang memiliki prestasi dan keterampilan hanya saja, mereka dari keluarga kurang mampu sebagai perwakilan kabupaten dari tiap provinsi.

Selama satu minggu mereka akan belajar tentang berbagai hal dan mengikuti kegiatan di Bali maupun di Maluku Utara.

Firmania menyebutkan, pertukaran pelajar tahun ini memasuki tahun ketiga dengan masing-masing provinsi diwakili oleh tiga BUMN pelaksana seperti di Bali BUMN pelaksana PT Jasa Marga (Persero) Tbk sebagai pelaksana utama yang didukung PT Surveyor Indonesia (Persero) dan Indonesia Tourism Development Corporation (Persero).

Dalam kesempatan sama, Direktur SDM dan Umun PT Jasa Marga Kushartanto Koeswiranto mengungkapkan program BUMN Hadir untuk Negeri merupakan inisiatif BUMN menjadi program besar dan bukti nyata BUMN selain dalam menjalankan prinisp komersial namun di sisi lain bagaimana keuntungan didistribusikan kepada bangsa dan negara.

Karena bantuan lewat Corporate Social Responsibilty (CSR) BUMN itu bukan charity sehingga mesti berkelanjutan dengan demikian program BUMN Hadir untuk Negeri merupakan program dahysat dan sangat relevan dengan kondisi yang dihadapi bangsa.

"Kalau bicara identitas, ini program dahstar dan relavan membuka jalan bagi generasi mudua untuk dikenalkan dengan kebhinekaan dari sini salah satunya, juga bedah rumah, pemberian bantuan bagi atlet berpretasi," imbuhnya.

Senada dengan itu, Direktur Operasional Indonesia Tourism Development Corporation Ngurah Wirawan mengharapkan lewat ajang pertukaran pelajar menjadi bekal bagi generasi muda bisa lebih mengenali potensi, budaya dan kehidupan masing-masing daerah.

Pada gilirannya hal itu, akan semakin memperkaya wawasan mereka di luar bangku sekolah.

"Yang paling fundamental mereka ini generasi Bhinneka Tunggal Ika, bisa saling mengenali karena 20-30 tahun mendatang mereka calon pemimpin. Kedua, selain mengenal budaya daerah juga mengenal bagaimana BUMN bekerja untuk negara," jelas Suryawan.

Kegiatan tersebut mendapat apresisi penuh Kepala Dinas Perhubungan, Informatika dan Komunikasi Provinsi Bali I Gusti Agung Ngurah Sudarsana yang menilai program pertukaran pelajar antar daerah akan memberikan keutungan bagi karena generasi muda mendapatkan wawasan dan nilai-nilai penting dalam kehidupan seperti adat dan budaya.

"Ini sangat relevan dengan Bhinneka Tunggal Ika, mereka saling mengenali. Paling tidak mereka datang ke Bali sehingga bisa tahu bagaimana menghadapi wisatawan misalnya," imbuhnya.

Selama kegiatan di Bali, 16-24 Juli 2017 para pelajar asal Maluku akan tinggal di rumah warga di Desa Mas Ubud guna belajar berbagai budaya lokal mulai tari Bali, seni ukir, seni kuliner khas hingga Subak atau sistem pertanian tradisional.

Selain itu, mereka akan mengunjungi lokasi-lokasi wisata dan bersejarah serta pusat pendidikan utama di Bali. Juga, mereka dibekali berbagai pelatihan untuk mengembangkan keahlian seperti pelatihan menulis dan kelas memasak.

Hal sama juga dengan pelajar dari Bali selama di Maluku Utara satu minggu mempelajari budaya termasuk mengunjungi daerah wisata di antaranya Kerajaan Tidore dan Ternate.

"Saya senang sekali mendapat kesempatan mengunjungi Maluku Utara. Ini akan menambah pengalaman saya," ucap Ni Kadek Wiwit Dwi Lestari (16) pelajar SMK PGRI 2 Badung.

Perasaan sama diungkapkan Saiful pelajar kelas III SMA I Ternate, merasa senang bisa ke Bali yang dikenalnya lewat televisi sebagai tempat wisata terkenal di Indonesia.

"Capek juga untuk bisa ke Bali, kami harus pergi dari Maluku-Manado-Makassar baru ke Bali, tetapi itu semua hilang setelah bertemu dengan banyak teman-teman di Bali," katanya.

Syaiful yang baru pertama kali datang ke Bali, akan memanfaatkan kesempatan baik ini, dengan belajar mengenal budaya dan pariwisata di Bali. "Ini kesempatan pertama yang tak kan terulang lagi, saya ingin mengetahui lebih jauh tentang Bali dan masyarakatnya," imbuhnya. (rhm)
Berita Terbaru
Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi