Buang Sampah, 17 Warga Denpasar Didenda Hingga Rp1,5 Juta

Kamis, 06 Juli 2017 : 14.36
DENPASAR - Sebanyak 17 orang menjalani Sidang Tindak Pidana Ringan (Tipiring) pelanggar kebersihan di Kota Denpasar Balai Banjar Pulugambang, Peguyangan, Kecamatan Denpasar Utara, Kamis (6/7/2017).

Sidang digelar Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Denpasar dipimpin Hakim Novita Riama dengan Panitera Ni Putu Kermayati menindak 17 pelanggar yang dinyatakan melanggar Perda No. 1 Tahun 2015 Tentang Ketertiban Umum di Kota Denpasar.

Hakim memutuskan 10 pelanggar pembuang sampah sembarangan di denda Rp350.000,- atau kurungan selama 5 hari dan 7 pelanggar pembuang limbah cair yang dikenakan denda Rp1.500.000,- atau kurungan selama 1 bulan. 

Dalam sidang kali salah seorang pelanggar Nurul Hamiah (20) sempat bersitegang dengan hakim dan merasa dirinya tidak salah. Pelanggar ini malah menyalahkan pihak kelihan (pengurus banjar) yang katanya menyuruh membuang sampah di trotoar.

Namun setelah diberi penjelasan oleh hakim akhirnya Hamiah mengakui kesalahan dan berjanji tidak akan mengulangi kesalahan lagi.

Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan, Dewa Anom Sayoga mengatakan, pelaksanaan sidang tipiring bagi para pelanggar sampah ini merupakan suatu pembelajaran (edukasi) untuk warga masyarakat yang masih melanggar membuang sampah sembarang.

Terkait sidang tipiring ini dimana dilaksanakan hampir setiap minggu 2 kali yang tujuannya menciptakan Kota Denpasar yang bersih. Sesuai dengan arahan Walikota Denpasar IB. Rai Dharmawijaya Mantra dan Wakil Walikota Denpasar IGN Jaya Negara yang berdasarkan Perda No. 1 Tahun 2015 tentang Ketertiban Umum.

Kegiatan ini merupakan suatu upaya pembenahan masyarakat dalam rangka melaksanakan kebersihan di Denpasar. Pihaknya meminta seluruh warga menjaga kebersihan. "Sidang ini merupakan suatu pembinaan sekaligus pendidikan apabila masyarakat melanggar apa yang telah menjadi aturan di Kota Denpasar," ujar Sayoga.

Kepala Lingkungan Banjar Pulugambang AA. Made Mardika mengatakan, Pihaknya telah berulang kali menghimbau kepada masyarakat untuk tidak membuang sampah ke telajakan (depan rumah) masing-masing.

Mardika mengatakan sudah dilakukan pembentukan kelompok-kelompok swakelola sampah oleh Desa dan Kelurahan di masing-masing daerah. "Kami menyambut baik harapan Pemerintah menciptakan Swakelola sampah di masing-masing Banjar. Dan kami sudah siap dan menyambut baik program tersebut," tegasnya. (gek)
Berita Terbaru
Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi