Bersama Ribuan Umat, Bupati Eka: Tidak Benar untuk Yadnya Mahal

Minggu, 30 Juli 2017 : 11.50
Bupati Tabanan Putu Eka Wiryastuti menghadiri upacara Mebayuh Oton dan Sapuh Leger di Kecamtan Kediri
TABANAN - Dewan Penasehat Yayasan Siwa Murti Bali yang juga Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti mengungkapkan sejatinya untuk melaksanakan kegiatan Yadnya tidak membutuhkan biaya mahal asalkan masyarakat bisa saling bahu membahu bergotong royong.

Eka hadir bersama sedikitnya 15 ribu umat Hindu hadir pelataran dan areal parkir Pura Luhur Pekendungan, Tanah Lot, Desa Beraban, Kecamatan Kediri, Jumat (28/7/2017).

Masyarakat berbagai pelosok wilayah di Tabanan mengikuti upacara Mebayuh Oton dan Sapuh Leger Massal yang diselenggarakan Yayasan Siwa Murti Bali bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan.

Eka berterima kasih, niatnya untuk senantiasa menggelar yadnya bersama Ketua Yayasan Siwa Murti Bali Dr Jero Mangku Made Subagia beserta anggotanya disambut dengan hangat. Apalagi dalam kesempatan itu, Dr Jero Mangku Made Subagia langsung bertindak sebagai dalang Wayang Sapuh Leger.

"Saya sangat bersyukur niat kami di Yayasan Siwa Murti Bali mendapat sambutan hangat dari masyarakat," ujar Bupati Eka. Dia mengatakan, kegiatan mabayuh oton dan sapuh leger massal ini sengaja digelar untuk menepis pemikiran bahwa tidak benar biaya yang dibutuhkan untuk melakukan yadnya mahal.

"Asal kita gotong royong, yakinlah bisa kita laksanakan tanpa membebani siapapun. Dan, terbukti hari ini kita bisa membantu. Bisa berinvestasi karma," tegasnya di hadapan peserta upacara.

Sejatinya, sambung dia, kegiatan seperti ini harus dilakukan setiap pemimpin di Bali kepada masyarakat. "Dengan hati yang tulus, semoga dari sini, pikiran dan aura positif datang. Masyarakat terbebas dari penderitaan (secara niskala) sehingga bisa berbuat positif bagi Bali," imbuhnya.

Karena itu, ke depannya, kegiatan seperti ini akan terus dilakukan bersama Yayasan Siwa Murti Bali. Bahkan dalam waktu dekat, pihaknya berencana akan melakukan upacara metatah massal di Desa Songan, Kecamatan Kintamani, Bangli untuk 3.000 warga.

"Karena ada juga yang seumur hidup belum bisa melakukan upacara metatah. Saya pribadi semakin konsisten untuk mengabdikan diri, ngayah, untuk umat. Bersama dengan Yayasan Siwa Murti Bali," tutupnya.

Ramainya peserta mebayuh oton dan sapuh leger disaksikan Ketua DPRD Provinsi Bali I Nyoman Adi Wiryatama, anggota DPRD Provinsi Bali seperti I Gede Suamba, I Ketut Purnaya, dan I Gede Ketut Nugrahita Pendit.

Kemudian anggota DPRD Kabupaten Tabanan seperti I Nyoman Arnawa yang juga Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tabanan, I Made Dirga, dan I Nyoman Suadiana. Begitu juga dengan undangan lainnya seperti Forum Koordinasi Pimpinan Daerah baik di tingkat provinsi maupun kabupaten.

Serta tidak ketinggalan sesepuh PDI Perjuangan Provinsi Bali yang juga anggota DPD RI AA Ngurah Oka Ratmadi, Ketua Mahagotra Pasek Sanak Sapta Rsi Provinsi Bali Wisnu Bawa Temaja, serta Ketua Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Tabanan I Wayan Tontra.

Mereka berbaur dengan masyarakat yang telah memadai areal acara sejak pagi hari.

Kegiatan seperti ini juga mendapat respon positif dari Ketua DPRD Provinsi Bali I Nyoman Adi Wiryatama, Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tabanan I Nyoman Arnawa, dan Ketua Mahagotra Pasek Sanak Sapta Rsi Wisnu Bawa Temaja.

Adi Wiryatama, kegiatan ini baik dilakukan untuk membangkitkan kesadaran umat. Terlebih dengan gotong royong, kegiatan ini akan meringankan beban masyarakat. "Biasanya kalau dilakukan secara pribadi akan memakan biaya yang besar, waktu yang diperlukan juga tidak sebentar. Jadi akan ringan beban yang harus ditanggung umat," katanya.

Apalagi, sambungnya, tujuan dari upacara ini adalah untuk pembersihan diri. "Dengan terus mengasah dan membersihkan diri, pikiran dan aura positif diharapkan bisa muncul pada masing-masing pribadi," imbuhnya. (gus)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi