Bandara Ngurah Rai Kucurkan Rp920 Juta Dana Kemitraan Bagi UKM

Jumat, 21 Juli 2017 : 14.11
GM Bandara Ngurah Rai Yanus Suprayogi menyerahkan bantuan kemitraan untuk UKM
MANGUPURA - Manajemen Angkasa Pura I melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai membagikan pinjaman lunak tahap kedua senilai Rp 920 juta Guna meningkatkan kesejahteraan pengusaha kecil.

Para pengusaha UKM yang diprioritaskan mendapat bantuan ini berada di Bali atau sekitar bandara secara khususnya. Penyerahan modal usaha ini dilakukan secara simbolis oleh General Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai Yanus Suprayogi, di Gedung Wisti Sabha, Jum'at (21/7/2017).

"Kami mempunyai komitmen untuk secara aktif membantu para pelaku UKM di Bali dalam mengembangkan usaha-usaha mereka. Dan sebagai perusahaan BUMN, salah satu jalur yang kami miliki adalah melalui pengelolaan dana CSR," terang Yanus.

Yanus menjelaskan, program kemitraan tahap II diberikan kepada 23 mitra binaan dari beberapa sektor usaha seperti sektor pertanian, industri, jasa dan peternakan. Tidak hanya berasal dari sekitar bandara, para penerima bantuan tersebar dari 4 kabupaten dan 1 kotamadya di Bali.

Harus diakui bahwa keberadaan UKM ini sangat berperan penting dalam mendorong perekonomian, membuka lapangan pekerjaan khususnya di daerah-daerah. "Kendala yang sering ditemui oleh para UKM adalah kurangnya modal untuk mengembangkan usaha mereka. Sebab itu perlu terus didorong agar terus berkembang," sambungnya.

Berdasarkan laporan pihak Bandara I Gusti Ngurah Rai, sejak dimulainya program CSR di tahun 1992 hingga Juli 2017, tercatat 1.611 pelaku UKM yang menjadi mitra binaan dan menerima pinjaman lunak, dengan total anggaran yang terserap mencapai Rp. 42 miliar.

Feny Sri dari usaha Jamu-Jamu mengatakan, bantuan ini sangat membantu umkm untuk menjadi lebih mandiri dengan harapan untuk terus dibina agar sampai menuju sukses dalam menghadapi persaingan global Masyarakat Ekonomi Asean.

Tidak hanya bantuan program kemitraan, manajemen juga telah memberikan dana hibah dalam bentuk bina lingkungan untuk sarana ibadah, sarana umum dan pendidikan di 6 wilayah di Bali. Total dana hibah yang sudah tersalurkan sebesarRp 10 miliar.

Dana hibah berupa bantuan sarana ibadah, sarana umum dan sarana pendidikan yang berjumlah Rp 375 Juta dibagikan minggu lalu salah satunya kepada Desa Adat Kelan berupa bantuan sarana umum.

"Program ini sangat bermanfaat untuk masyarakat Desa Adat Kelan yang mendapat bantuan berupa motor sampah dan pengadaan alat gamelan, harapannya bantuan ini akan terus berlanjut kedepannya," ujar Klian Banjar Kelan I Nyoman Sudiasa. (gek)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi