Warga Giri Mas Tuntut Transparansi Rekruitmen Tenaga Jaga RS Pratama

Rabu, 14 Juni 2017 : 21.32
Warga Giri Mas mengadu ke DPRD Buleleng
BULELENG - Rekruitmen tenaga jaga RS Pratama di Desa Giri Mas Kecamatan Sawan Kabupaten Buleleng menuai sorotan warga karena dinilai tidak transparan.

Karenanya, tiga warga Giri Mas mengadukan hal itu ke Dewan Buleleng, setelah dalam pertemuan dengan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, mereka tidak mendapat jawaban memuaskan.

Tiga warga yang mengadukan rekruitmen tenaga relawan rumah sakit itu adalah Wayan Saputra Made Suardika, dan juga Made Sukrayasa. Mereka diterima Ketua Komisi IV DPRD Buleleng Gede Wisnaya Wisna dirang kerjanya, Rabu (14/6/2017).

Warga meminta agar wakil rakyat memberikan klarifikasi terkait rekrutmen 4 orang tenaga jaga malam yang sudah resmi ditugaskan Dinas Kesehatan (Dinkes) Buleleng, sebagai petugas relawan di RS Pratama.

Saputra mengungkapkan, Pemkab Buleleng sebelumnya telah berjanji akan lebih terbuka dalam merekrut tenaga kerja di RS Pratama yang kini belum bisa beroperasi maksimal.

"Pemkab pernah berjanji terbuka soal kuota penempatan pekerja itu di RS Pratama, sehingga kami meminta kedepan lebih transparan," tegas Saputra

Intinya meminta DPRD untuk membatu menjembatani masalah itu dan melakukan klarifikasi perekrutan hingga upah dari 4 orang petugas jaga, apalagi saat ini gaji mereka masih simpang siur.

Dijelaskan, ada miskomunikasi, ketika warga menghubungi manager proyek pembangunan RS Pratama Giri Emas dari CV Tunas Jaya Sanur dikatakan perekrutan dan pengupahan menjadi kewenangan Dinkes.

"Tetapi, ketika saya bertanya ke Dinkes bilangnya, 4 petugas jaga masih jadi tanggung jawab rekanan Kami minta Pemkab agar terbuka dalam merekrut tenaga. Nanti kami datang lagi, karna dari dewan bilang kami diminta untuk bersurat dahulu ke DPRD," imbuh Saputra .

Ketua Komisi IV DPRD Buleleng Gede Wisnaya Wisna mengungkapkan, permasalahan yang disampaikan pertama soal rekrutmen 4 tenaga kerja yang sudah bekerja di RS Pratama. "Mereka ingin mengklarifikasi itu," ucap Wisnaya.

Mereka juga ingin menagih janji Pemerintah Kabupaten Buleleng dan Kadinkes Buleleng terkait prioritas kuota tenaga kerja dari Desa Giri Emas yang dipekerjakan di Rumah Sakit Pratama.

"Kami telah sampaikan, agar bersurat dulu ke DPRD Buleleng agar nantinya ada dasar bagi kami memanggil Kadinkes Buleleng dan melakukan rapat dengar pendapat," dalih Wisna. (rhm)
Berita Terbaru
Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi