Wakil Ketua MPR Sebut Melalui Medsos Pramuka Turut Ademkan Negara

Senin, 19 Juni 2017 : 23.35
JAKARTA - Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid menegaskan Pramuka dinilai turut menciptakan kondisi negara yang "adem" melalui media sosial (medsos). Sebagai organisasi pembinaan karakter yang tidak pernah sepi dari kegiatan, Gerakan Pramuka dinilai bisa menggunakan media sosial dengan bijak.

Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid, mengungkapkan hal itu menanggapi himbauan 10 tugas Pramuka di media sosial. Mengingat banyaknya kegiatan kepramukaan di Indonesia, maka ia menganggap karya Pramuka saat ini bukan hanya di dunia nyata, tetapi juga di dunia maya melalui akun medsos masing-masing.

"Kontribusi Pramuka untuk pembangunan negeri ini bukan hanya dilakukan dalam dunia nyata. Di dunia maya pun Pramuka harus punya peran untuk mencipatakan kondisi negara yang aman dengan bijak menggunakan medsos," ujar Hidayat, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (19/6/2017).

Ia menyadari, pertumbuhan media sosial di Indonesia semakin pesat. Bila tidak diantisipasi, ia khawatir potensi ini justru malah banyak menimbulkan persoalan baru khususnya mengenai ‎persatuan bangsa.

Pasalnya, banyak kalangan yang menyalahgunakan medsos untuk menebar kebencian, hujatan, hasutan, informasi hoaks, serta paham radikal dengan leluasa.

Hidayat melihat peran Pramuka dibutuhkan untuk turut serta menjaga keutuhan bangsa melalui penggunaan medsos dengan bijak dan tidak terbawa arus kepentingan yang sengaja dibuat untuk memecah belah.

"Kalian adalah Praja Muda Karana, anak muda yang suka berkarya. Maka bekaryalah di medsos dengan baik, buat konten positif yang mencerahkan masyarakat," tuturnya.

Sebagai orang yang pernah aktif di Pramuka, Hidayat mengetahui aktivitas Pramuka di medsos. Terakhir tentang ramainya Pramuka mengikuti lomba video reportase. Menurutnya, video yang sudah banyak ter-upload menunjukkan mereka sudah berkarya di medsos dengan bijak.

"Kalau kita belum bisa membuat konten yang positif, ya paling tidak minimal Pramuka tidak ikut-ikut menyebarkan berita hoaks," pesannya. Berikut ini 10 Tugas Pramuka di Media Sosial, sebagaimana dirilis Bidang Kominfo Kwartir Nasional Gerakan Pramuka:
  1. Mempelajari dan menerapkan apa yang boleh dan dilarang di media sosial, untuk kemudian menyadari bahwa konten yang diunggah akan dilihat, dipahami dan dimengerti oleh orang banyak, sehingga harus bertanggung jawab terhadap isi dan dampaknya.
  2. Memproduksi konten sesuai minat, bakat dan nilai-nilai kebajikan. Konten yang dimaksud bisa berupa tulisan, foto, video, poster, infografis, meme, GIF, dll.
  3. Membantu dan bergotong-royong mempromosikan prestasi anak negeri, kearifan bangsa, produk unggulan daerah, kuliner, pariwisata, budaya dan potensi daerah lainnya di media sosial dengan sukarela dan penuh komitmen.
  4. Membela dan mengaamalkan Pancasila, NKRI, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, serta merawat harmoni dan solidaritas antar warga media sosial.
  5. Menghayati dan mengamalkan Satya dan Dharma Pramuka di media sosial.
  6. Memberitakan kegiatan Pramuka, kegiatan organisasi lain, dan kegiatan positif lainnya di media sosial.
  7. Menghidupkan tagar #SetiapPramukaAdalahKantorBerita, #RainasPramuka2017, serta terlibat dalam U-Report dan aktif dalam berbagai kegiatan positif lainnya di media sosial.
  8. Menolak dan tidak memproduksi, membagikan, mengomentari, menyukai, berlangganan konten-konten fitnah, hoax, yang berpotensi merusak persatuan Indonsia.
  9. Menjaga nama baik pribadi, keluarga, sekolah, organisasi, latar belakang lainnya, dan orang lain.
  10. Melawan propaganda negatif dan aksi-aksi separatisme, radikalisme, liberalisme dan komunisme, serta menjaga perdamaian dunia lewat media sosial.
(des)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi