Tol Bali Mandara Mulai Tinggalkan Pembayaran dengan Uang Tunai

Rabu, 21 Juni 2017 : 21.59
Konferensi pers terkait penggunaan kartu  uang elektronik Tol Bali Mandara
DENPASAR - Tol Bali Mandara mulai meninggalkan penggunaan uang tunai untuk transaksi masuk ke jalan tol menggantinya dengan penggunaan uang elektronik efektif berlaku 1 Oktober 2017.

Direktur Utama PT Jasamarga Bali Tol, Akhmad Tito Karim mengungkapkan, penggunaan uang elektronik setelah melakukan evaluasi pembayaran dengan uang tunai yang banyak menimbulkan penumpukan kendaraan.

Dalam memperlancar penggunaan transaksi elektronik, pihak pengelola Tol Bali Mandara menggandeng kalangan Perbankan untuk menyiapkan kartu uang elektronik. "Mulai 1 Oktober pengguna jasa sudah wajib menggunakan uang elektronik," tegas Tito di sela buka puasa bersama di Pelabuhan Benoa, Denpasar, Rabu (21/6/2017).

Dikatakan, kebijakan baru itu guna meminimalisasi penumpukan kendaraan di pintu tol saat melakukan transaksi pembayaran. Saat ini, tol yang dibangun tahun 2013 sepanjang 12,3 kilometer itu, dalam sehari tak kurnag 50 ribu kendaraan, baik roda dua maupun roda empat yang melintas.

Penggunaan kartu elektronik itu, diharapkan pula bisa mempercepat pembayaran agar lebih terkendali dan efektif. Dalam memperlancar penggunaan uang elektronik, pihaknya bekerjasama dengan empat bank yakni Bank Mandiri, Bank BNI, Bank BRI dan BPD Bali.

Selain karena kebutuhan, kata dia, program penggunaan uang elektronik itu merupakan keinginan Presiden Joko Widodo. "Kebijakan transaksi non tunai itu akan diberlakukan serentak di seluruh tol di Indonesia," tandas Tito.

Disebutkan, pengguna uang elektronik pada saat pertama di bangun, hanya kisaran dua sampai empat persen saja dari rata-rata 50 ribu kendaraan yang melintas. Kini, terjadi peningkatan pengguna uang elektronik hingga menjadi 20 persen dari jumlah kendaraan yang melintas.

Sedangkan, sisanya masih menggunakan uang tunai. Jika diprosentasikan, 44 persen kendaraan roda dua, 1 persen kendaraan golongan dua, tiga, empat dan kima, sementara sisanya kendaraan kecil roda empat.

Sementara, jasa bank yang digunakan, 10 persennya adalah menggunakan uang elektronik terbitan Bank Mandiri, sementara sisanya Bank BNI dan Bank BRI. Penggunaan uang elektronik diyakini akan mampu mempercepat proses pembayaran di pintu tol.

Dalam hitung-hitungannya, jika pakai uang cash untuk mobil bisa memakan waktu sekitar 12 detik, sementara sepeda motor sekitar 20-30 detik. "Dengan uang elektronik cukup 2 detik saja. Jadi bisa menghemat waktu sekitar 10 kali lipat," Tito.

Sementara itu, terkait terjadinya lonjakan penumpang menjelang musim libur panjang Lebaran tahun ini, untuk pengguna uang elektronik pada tanggal 22-26 Juni dan 30 Juni hingga 2 Juli akan mendapat diskon hingga 20 persen. "Kami siap melayani apabila terjadi lonjakan arus di jalan tol," demikian Tito. (rhm)
Berita Terbaru
Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi