Tim Koordinator Satgas Sergap Mabes AD Datangi Kodim Demak

Selasa, 06 Juni 2017 : 15.55
DEMAK - Koordinator Satgas (Satuan Tugas) Sergap (Serapan Gabah Petani) Mabes AD dipimpin Mayjen TNI Bambang Haryanto serta Kolonel Inf Parwito, melakukan kunjungan kerja ke Kodim 0716/Demak yang dterima Dandim Letkol Inf Agung Udayana, Selasa (6/6/17).

Perwira tinggi Mabes AD itu secara khusus melakukan kunjungan kerja dan menerima penjelasan Dandim 0716/Demak, Kadispertan Demak Ir.Wibowo serta Ka bulog Sub Drive 1 Jateng Eko Prasetyo dalam melakukan operasi serapan gabah dengan membeli langsung gabah hasil panen petani.

“Kami ingin memastikan serapan gabah di daerah-daerah bisa tercapai sesuai target yang telah ditetapkan,” kata Mayjen TNI Bambang Haryanto di saat memberikan pengarahan di Aula Makodim 0716/Demak.

Ia mengatakan, secara teknis pembelian gabah petani dilakukan Badan Urusan Logistik (Bulog). “Sementara Tim Satgas Sergap TNI hanya mendukung kinerja Bulog dalam melakukan serapan gabah dari petani, sehingga target daerah bisa tercapai optimal,” ujarnya.

Ditegaskannya, pihaknya tidak ingin gabah-gabah panenan petani lari ke luar daerah karena perilaku tengkulak. “Sebisa mungkin padi itu bisa terserap sebanyak-banyaknya ke bulog di daerah,” kata dia.

Ditambahkannya target serapan harus tercapai, kalau bisa lebih. Tidak boleh kurang karena ini demi tujuan nasional. Ini untuk swasembada beras agar Indonesia ke depan tidak lagi perlu impor (beras) tapi harus ekspor

Mayjen TNI Bambang Haryanto mengatakan, sebelumnya Kementerian Pertanian meminta bantuan TNI untuk membantu bulog dalam menyerap gabah atau padi dari petani. “Maka dibentuklah Satgas Sergap ini, dan merupakan tindaklanjut dari program Upaya Khusus (Upsus) Padi, Jagung dan Kedelai (Pajale),” katanya.

Disebutkan petani harus ingat jika selama ini telah mendapatkan bantuan dari pemerintah, mulai dari bibit, pupuk, peralatan, dan lainnya. “Sehingga alangkah bijaknya menjual gabahnya ke Bulog. Karena melalui Bulog pula akan disalurkan ke seluruh masyarakat. Jadi ini demi kesejahteraan bersama,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Dandim 0716/Demak Letkol Inf Agung Udayana. Dirinya menyebutkan, secara keseluruhan panen di Demak mengalami surplus. “Ini membuktikan program Upsus pendampingan Sergap ke bulog oleh Babinsa membuahkan hasil karena target penyerapan gabah dan beras di wilayah Jateng, Demak termasuk paling tinggi,” ujarnya.

Sergap merupakan program TNI dengan Kementan RI. Tujuannya untuk meyakinkan masyarakat tani agar tidak rugi saat panen raya padi. Kemudian mempertahankan stok beras daerah dan nasional serta ikut memonitor harga beras agar tidak dikendalikan oleh tengkulak,” ujarnya.

Menurut dia, permainan harga yang dimainkan tengkulak menyebabkan banyak gabah ataupun beras hasil panenan petani lebih banyak terserap pedagang besar luar daerah ketimbang ke Bulog.

“Ini yang kami tidak ingin terjadi, karena biasanya tengkulak atau pedagang luar daerah hanya berniat mengacaukan harga pasar,” ujarnya. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Demak Ir Wibowo MM mengatakan pihaknya siap mendukung dan menjembatani Tim Satgas Sergap TNI, Bulog, dan petani.

“Saat ini pemerintah melalui Instruksi Presiden menetapkan harga Gabah Kering Panen (GKP) Rp 3.700 sedangkan Gabah Kering Giling (GKG) GKG Rp4.600. Sementara para petani menginginkan harga yang lebih tinggi. Karena itu kita memberikan pengertian,” tuturnya.

Pengertian tersebut, mengingatkan kembali besarnya bantuan yang telah diberikan pemerintah. “Kita juga sebisa mungkin menyampaikan aspirasi petani terkait harga tersebut,” ucapnya. (gek)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi