Terima Sertifikat Tanah Okupasi, Warga Serangan Diminta Tak Tergoda Investor

Jumat, 16 Juni 2017 : 08.25
DENPASAR - Sebanyak 246 warga Kelurahan Serangan Denpasar kini telah menerima sertifikat tanah okupasi dari pemerintah untuk itu mereka diminta tidak tergoda untuk menjual tanah mereka kepada investor.

Sebagai wujud puji syukur dilakukan persembahayangan bersama di Pura Sakenan Serangan. Tampak dalam persembahyangan dihadiri Walikota I.B Rai Dharmawijaya Mantra beserta pimpinan OPD Pemkot Denpasar.

Wali Kota Rai Mantra menyampaikan, Setelah bertemu dengan Menteri-menteri, Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Bali, Kepala BPN Kota Denpasar serta instansi terkait lainnya, maka sepakat untuk diserahkan sertifikat tanah okupasi dan tanah hak milik ke masing-masing warga masyarakat Serangan.

Selama 8 tahun silam diperjuangkan Pemkot maupun aparat Desa Serangan serta forum masyarakat serangan untuk kejelasan status tanah tersebut. Ini merupakan milik leluhur kita dan sepatutnya kita menjaga dan melestarikanya.

"Kalau kita yang merasa memiliki mestinya kita menjaga serta melestarikan agar tidak sia-sia apa yang diperjuangankan pemerintah serta aparatur terkait dari beberapa tahun lalu," ujarnya belum lama ini.

Rai Mantra mengingatkan, Pulau Serangan ini diibaratkan seperti gadis cantik yang banyak diinginkan orang. Oleh karena itu, diharapkan kepada warga masyarakat Serangan agar tidak tergoyahkan imannya terhadap rayuan investor untuk menjual tanah dan melupakan pengorbanan serta perjuangan kita dari sekian tahun yang lalu.

"Kami meminta kepada masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan melestarikan apa yang diberikan leluhur kepada kita. Agar generasi yang akan datang memiliki tempat untuk mereka berusaha dan berjuang untuk menjalani kehidupan berkelanjutan," ujarnya.      

Camat Denpasar Selatan AA Gde Risnawan, didampingi Lurah Serangan Wayan Karma mengajak masyarakat menjaga dan melestarikan tanah Bali ini.

Dengan diterimanya sertifikat okupasi tanah serta sertifikat tanah waris yang dimiliki warga dapat dijadikan suatu berkah serta suatu warisan untuk anak cucu dimasa mendatang dan bersama-sama membentengi diri di jaman globalisasi ini.

Setelah beberapa tahun warga setempat sangat berharap kepada pemerintah agar menyelesaikan persoalan status lahan dimaksud, yakni total sebanyak 246 Kepala Keluarga yang dibagi menjadi 172 tanah okupasi dan 74 tanah waris serta  luas lahan mencapai 6 hektar. ‘

"Maka pada hari ini (red) masyarakat serangan mengadakan persembahyangan bersama sebagai ucapan rasa syukur kehadapan Tuhan Yang Maha Esa atas kemudahan beliau sertifikat tanah okupasi dan tanah waris dapat diterima masing-masing warga masyarakat serangan," ujarnya. (gek)
Berita Terbaru
Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi