Temuan Penyu Hijau Gegerkan Warga Pesisir Pantai Anturan Buleleng

Minggu, 18 Juni 2017 : 11.22
BULELENG - Warga pesisir pantai Desa Anturan Kecamatan Buleleng digegerkan dengan penemuan seekor penyu Hijau yang merupakan satwa dilindungi. Penyu tersebut pertama ditemukan anak perempuan Putu Sintha Dewi, Jum'at (16/6/2017) pukul 22:45 Wita.

Saat itu, Dewi hendak menghampiri sampan milik ayahnya Kadek Suka Yasa, nelayan Taruna Samudra yang berada di depan rumah. Tanpa senjaga, dia melihat gerak Penyu yang akan bertelur dengan membuat lubang di bawah sampan ayahnya.

Dia terus mengawasi sampai penyu bertelur, kemudian menutup lubang tersebut dengan sebilah atap asbes dan menguburnya dengan pasir. Kemudian, induk penyu pergi ke tengah laut. "Saya kaget melihat di bawah sampan bapak ada penyu yang sudah menggali lubang, terus saya tonton dan foto-foto," ucap Dewi.

Bahkan, saking gemasnya dia mengelus penyu itu, setelah penyu pergi saya kasih tanda di sarang telur penyu agar tidak diinjak atau diambil orang, kasihan dia," katanya. Temuan itu kemudian dilaporkan kepala Desa Anturan Made Budi Arsana beserta Anggota Pos Pol Air Desa Anturan yang datang ke lokasi.

Setelah diamankan petugas, telur penyu berjumlah 84 butir yang kemudian dipindahkan ke suatu tempat yang tidak jauh dari lubang yang awalnya digali oleh induk penyu. Alasan pemindahan, agar telur-telur itu tidak dimakan predator lainya, disamping terlalu ditepian pantai, nanti takutnya telur membusuk dan tidak bisa menetas.

"Kita sangat peduli Penyu apalagi dilindungi pemerintah, ini merupakan momen sangat bagus, mudah-mudahan kedepan nelayan Anturan jika menemukan Penyu agar menjaga dan lestarikan keberadaannya," imbuh Budi Arsana.

Dengan begitu, bisa membuat penangkaran penyu di wilayah Anturan. Dan ini akan menjadi pariwisata baru untuk dikembangkan lebih lanjut, jika sudah menetas akan dilepas ke tengah laut.

Pihaknya akan mensosialisasikan ke nelayan dan semua nelayan Taruna Samudra akan kami undang. Bahwa keberadaan penyu ini binatang yang sangat dilindungi pemerintah dan nelayan diminta turut menjaga. (rhm)
Berita Terbaru
Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi