Tak Lagi Seberangi Sungai, Pelajar SD Seririt Semangat Ke Sekolah

Selasa, 06 Juni 2017 : 12.51
BULELENG - Siswa-siswi SD N 5 Ringdikit Kecamatan Seririt Kabupaten Buleleng kini bisa bernafas lega setelh beroperasinya jembatan gantung yang memudahkan mereka pergi ke sekolah.

Sebelumnya, mereka harus menyeberang arus sungai Tukad Saba yang deras jika ke sekolah. Kadang jika arus besar, mereka tidak berani menyeberang sehingga harus putar arah sejauh lima kilometer melewati kota Seririt.

Tercatat, ada 80 orang di sekolah tersebut, 40 diantaranya warga dusun Bukit Sakti Desa Lokapaksa. Agar bisa sampai ke sekolah tepat waktu, siswa-siswi SD No 5 ini, harus melalui derasnya sungai Tukad Saba.

Jika, menyeberangi sungai, jarak yang ditempuh akan lebih singkat, yakni hanya kurang satu kilometer. Beberapa diantaranya harus melepas sepatu, berjalan menyusuri pematang sawah dan harus menyebrang di derasnya arus Sungai Tukad Saba.

Tukad Saba merupakan perbatasan antara Desa Lokapaksa dengan Desa Ringdikit. Kini, mereka bergembira atas dibangunya Jembatan gantung oleh Pemerintah Provensi Bali yang didanai dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provensi Bali dengan anggaran mecapai Rp 150 juta.

Jembatan gantung Tukad Saba dibangun dengan struktur lebih kuat, menggunakan dari bahan baku berupa beton, tiang pancang, Kawat baja, serta kayu yang tahan akan air. Pembangunan Jembatan gantung mulai digarap sejak awal Maret 2017, dan kini telah finishing.

Dari pantauan, Senin (5/6/17), terlihat puluhan siswa-siswi sambil bersorak sorak dan bernyanyi ria ketika pulang sekolah.

Mereka melewati jembatan itu, seorang siswa perempuan kelas III SD No 5 Ringdikit Kadek Sujani warga asal Desa Ularan anak dari Made Suardika menuturkan kegembiraan itu saat melewati jembatan bersama temen-temenya,

Sekarang jembatan lebih bagus dan sangat seru, walaupun sedikit bergoyang tapi tidak takut lagi beda dengan dulu dibawah jalan dan kadang basah juga bajunya. "Dulu Kadang bapak juga mengantar untuk menyebrangkan dan ditunggui, tapi sekarang sudah tak diantar lagi " tutur Kadek Sujani.

Kepala Sekolah Sekolah Dasar Negeri 5 Ringdikit Nyoman Ariadi menuturkan, sebagai pihak sekolah sangat berterima kasih kepada Pemerintah Provensi Bali yang telah mengupayakan pembangunan jembatan itu hingga tuntas.

Pihak sekolah berterima kasih kepada pemerintah yang sudah membantu membuatkan jembatan untuk siswa- siswi yang dari seberang agar bisa bersekolah. Sebelumnya, jika ke sekolah, mereka kadang basah sampai sekolah dan itu harus memutar arah lagi dan mereka kerap terlambat sekolah.

"Kami juga berharap juga kepada masyarakat yang ada di seberang dusun Bukit Sakti agar ikut juga menjaga dan merawat jembatan itu kasihan kalau itu rusak anak-anak yang akan kebingungan mau lewat dimana lagi," ucap Ariadi belum lama ini. (rhm)
Berita Terbaru
Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi