Tabanan Kembangkan Konsep Pariwisata Jatiluwih untuk Kesejahteraan Petani

Jumat, 16 Juni 2017 : 22.36
Bupati Eka Wiryastuti panen padi di sela Jatiluwih Agriculture Festival 2017
TABANAN - Pengembangan kepariwisataan obyek wisata Jatiluwih di Kecamatan Penebel Kabupaten Tabanan Bali mengusung konsep pariwisata untuk kesejahteraan masyarakat petani.

Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti mengungkapkan hal itu saat membuka Jatiluwih Agriculture Festival 2017 dengan tema "Memica Manik Galih", Jumat (16/6/2017).

Pembukaan Ditandai dengan “Ngoncang” (memukul lesung) oleh Bupati Eka bersama Ketua DPRD Provinsi Bali I Nyoman Adi Wiryatama, Perwakilan dari Pemerintah Toyama Jepang Mr. Takata, beserta Ketua Panitia Acara Jatiluwih Agriculture Festival 2017 I Nengah Sukirtayasa.

Saat Pembukaan ditandai Ngoncang oleh Bupati Eka, Festival ini mampu menyedot ratusan wisatawan.

"Ditengah hamparan pemandangan persawahan, dengan tanaman padi yang menguning dipagari Gunung dan Perbukitan disebelah utara, pemandangan bentangan pantai di Daerah selatan semoga membawa kesan tersendiri bagi Bapak dan Ibu yang hadir," ujar Eka.

Ia mengatakan, keunikan alam Jatiluwih menjadikan Jatiluwih ditetapkan sebagai Warisan Budaya Dunia, dengan aktivitas pertaniannya dalam wadah lembaga Subak.

Dipilihnya Tema “Memica manic Galih” dalam rangka pelestarian warisan Budaya Adiluhung masyarakat Tabanan. Dan menjaga kelestarian alam dan daerah pertanian yang ada di Tabanan yaitu khususnya Jatiluwih.

Dengan tujuan dapat memberikan manfaat dan kesejahteraan bagi masyarakat di kawasan Jatiluwih serta masyarakat Tabaanan, tegasnya. Dengan kondisi alamnya, Jatiluwih menjadi asset yang sangat berharga bagi para petani.

"Pengembangan kepariwisataan di Jatiluwih dikatakannya dibangun dengan konsep pariwisata untuk Petani," tegas dia. Dengan begitu, petani adalah actor dari kegiatan pariwisata dan mendapat manfaat dari pariwisata.

Kondisi tersebut mampu memotivasi masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Tabanan sepakat bersama masyarakat Jatiluwih untuk menjaga alam dan Budaya untuk dilestarikan.

Lewat Jatiluwih Agriculture Festival ini semua potensi pertanian yang ada di kawasan WBD ini mulai dari SDM Pertanian sampai produk olahan pertaniannya dapat kita saksikan bersama, jelas Bupati Eka.

Bupati Eka juga menyerukan agar Jatiluwih Agriculture Festival bisa diadakan setiap Tahun secara rutin mulai dari sekarang.

"Mari kita jadikan event ini sebagai wahana untuk upaya pelestarian, wahana peningkatan produktivitas berbagai sektor, wahana promosi memperkenalkan wilayah ini sebagai salah satu destinasi wisata yang menarik yang ada di Tabanan, serta wahana pemberdayaan dan mensejahterakan masyarakat," tegasnya. (gus)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi