Ribuan Warga Lintas Agama Hadiri Buka Puasa Kebangsaan di Bali

Selasa, 20 Juni 2017 : 21.27
Ribuan warga hadiri buka Puasa Kebangsaan di GWK 
BADUNG - Ribuan warga lintas agama larut bersama dalam suasana kebersamaan dan kekeluargaan dalam kegiatan bertajuk Buka Puasa Kebangsaan yang digagas Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Komaruddin Simanjuntak di Garuda Wisnu Kencana (GWK), Uluwatu, Ungasan, Badung Selasa (20/6/2017).

Warga baik muslim dan non muslim antusias memadati acara Buka Puasa Kebangsaan, Silaturahmi Bersama TNI-Polri, dan Masyarakat yang dihadiri tak kurang 6000 orang.

"Tujuan buka puasa kebangsaan ini untuk mempererat tali silaturahmi antara TNI-Polri, aparat pemerintah dan seluruh Organisasi Kemasyarakatan dalam rangka menciptakan situasi yang kondusif di wilayah Bali Nusra," jelas Panglima Komaruddin.

Pihaknya menghimbau serta mengajak segenap komponen bangsa menggelorakan ikrar kebangsaan demi persatuan dan kesatuan bangsa dengan semangat Bhineka Tunggal Ika. Karenanya, perlu ditingkatkan kerjasama dan sinergitas seluruh komponen bangsa.

Panglima berpesan, agar kelompok mayoritas dapat mengayomi kelompok minoritas sehingga stabilitas keamanan khususnya di wilayah Bali-Nusra dapat terwujud dengan baik.

Dikatakannya, wilayah Bali Nusra telah menjadi embrio perekat bangsa, karena ada mayoritas agama Hindu, di NTB mayoritas Muslim, dan NTT kristiani, katanya. Dengan keberagaman latar belakang itulah mengandung makna, bahwa yang besar mampu melindungi yang kecil, dan yang kecil menghormati menghormati yang besar.

"Atau mayoritas semakin bermakna manakala mampu melindungi minoritas," tandasnya dalam acara yang dihadiri pula Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta.

Saat ini berbagai ancaman dapat membahayakan kedaulatan maupun keutuhan wilayah NKRI baik dalam bentuk penyebaran provokatif/hoax yang tidak sesuai dengan Ideologi bangsa Indonesia yaitu Pancasila yang merupakan dasar negara dan Pandangan Hidup Bangsa Indonesia sehingga dapat menyebabkan perpecahan.

Turut hadir, Ketua PBNU Pusat Prof. Dr.KH. Said Agil Siradj yang memberikan tausiyah tentang bagaimana umat Muslim bisa merangkul bersama-sama bekerja sama dengan umat lainnya.

"Saya diundang Pangdam (red, Mayjen TNI Komaruddin) agar menghadiri acara ini karena sangat penting sekali karena disini ada tiga agama lebih, Hindu, Islam, Kristen disini kita bertemu jadi ini sangat luar biasa sekali," tutur Said.

Kondisi itu, menggambarkan masyarakat Bali sangat dewasa bermartabat berbudaya sebagai anak bangsa, katanya. Said mengingatkan, orang yang suka menjual agama untuk kepentingan sesaat ini berarti dia tidak tau agama.

"Akan mudah sekali menggunakan agama untuk kepentingannya dan ini akan susah. Yang benar agama membawa kebenaran, kerukunan dan kedamaian. Itu yang benar," demikian Said.

Acara kebangsaan dirangkai dengan berbagi rasa dengan memberikan bantuan bingkisan kepada anak-anak dari Panti Asuhan Yayasan Al Fattah Taman Griya, Nusa Dua, dan Baitul Mutaqim, Jimbaran hingga pembacaaan ikrar kebangsaan. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi