Ratusan Anak TK di Buleleng Keracunan Nasi Bungkus

Jumat, 09 Juni 2017 : 09.31
Salah seorang siswa TK korban keracunan nasi bungkus dirawat tim medis
SINGARAJA - Tak lama setelah menyantap nasi bungkus yang dihidangkan saat acara perpisahan TK Negeri Dharma Kumara di Desa Petemon Kecamatan Seririt Buleleng mengalami keracunan massal, Kamis (8/6/2017).

Bahkan, sejumlah orang tua yang ikut menyantap nasi bungkus turut menjadi korban keracunan. Informasi dihimpun, kejadian berawal acara perpisahan anak-anak TK, panitia membagikan nasi kotak. Isi nasi kotak berupa lauk ayam goreng, telor rebus.

Selang beberapa jam, anak-anak mengalami mual-mual serta pusing. Keluarga mereka membawa ke RS Pratama Tanguwisia, Seririt, untuk mendapatkan perawatan medis. Tak berselang lama, mendadak anak-anak lainnya bersusulan mendatangi RS Pratama yang ada di Seririt dengan keluhan sama.

Hingga pukul 19.30 wita, jumlah pasien yang mengalami keracunan mencapai 116 orang, baik siswa TK maupun orangtua. Sedangkan, 2 orang dirujuk ke IGD RSUD Buleleng dan 1 orang ke RS Kerta Usada Singaraja, untuk menjalani perawatan lebih lanjut.

"Belum tahu penyebabnya, tiba-tiba saja usai makan nasi itu langsung mual dan dilarikan ke sini. Anak saya juga kena," ujar seorang warga yang mengalami keracunan, di RS Pratama Seririt.

Sementara Mega orang tua siswa Agus Saniasa (5) yang mengkonsumsi nasi sekitar pukul 10.30 wita, pukul 14.00 wita mengalami mual dan pusing. "Itu saat anak saya baru pulang main dari rumah tetangga dan langsung muntah-muntah. Makanya, langsung dibawa RS Pratama," ungkapnya.

Kepala Sekolah TK Negeri Pembina di Desa Patemon, Luh Putu Suryani mengatakan, nasi itu dibeli seorang pedagang di Dusun Ambengan Desa Banjar, Kecamatan Banjar.

"Ada yang bawa pulang nasinya. Saya saja ikut makan, setelah itu mual-mual, kemudian diberi tahu anak-anak juga banyak keracunan, orangtuanya juga begitu. Tumben seperti ini," kata Suryani.

Secara terpisah Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng, Gede Suyasa menjelaskan, mengantisipasi kejadian ini, pihaknya sudah rutin memberitahu kepada seluruh kepala sekolah, agar memperhatikan tingkat kesehatan makanan yang akan dikonsumsi.

"Setelah terjadi keracunan di TK Joanyar, kami sudah beritahu lewat surat edaran. Kedepan, kegiatan ini akan dievaluasi. Tapi, kami masih belum tahu penyeban pastinya, karena kami harus melihat dulu secara detail," tutupnya,

Polsek Seririt masih melakukan penyelidikan terkait keracunan ini, termasuk akan melakukan uji Lab terhadap sisa-sisa makanan yang sebelumnya disantap oleh anak-anak termasuk orang tua. "Kami segera koordinasi dengan Dinkes Buleleng untuk dilakukan uji Lab," imbuhnya. (rhm)
Berita Terbaru
Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi