Polisi Ringkus Bandar Narkoba di Buleleng, Puluhan Paket Sabu Disita

Kamis, 15 Juni 2017 : 20.44
Kapolres Buleleng AKBP Made Suka Wijaya berikan keterangan pers
BULELENG - Satnarkoba Polres Buleleng meringkus Gusti Kadek Ar warga Desa Kalisada Kecamatan Seririt yang diduga sebagai bandar sabu. Kadek Ar Diringkus petugas pada 9 juni 2017 dengan barang bukti puluhan paket sabu siap edar.

Penangkapan terhadap Ar cukup mecengangkan, lantaran di rumah pelaku ditemukan puluhan paket Narkotika jenis Sabu-sabu siap edar. Barang terlarang itu kabarnya diperoleh dari deerah Jawa dan Denpasar.

Tersangka dibekuk tanpa melakukan perlawanan dan maraknya peredaran Narkoba di Bali Utara disinyalir ada Bandar Besar selain Ar di wilayah seririt. Pengungkapan kasus narkoba disampaikan Kapolres Buleleng AKBP I Made Suka Wijaya dan Kasat Narkoba Adnyana TJ di Mapiolres setempat, Kamis (15/6/2017).

Kapolres Wijaya memaparkan, Sabu sudah dikemas menjadi beberapa paket-paket oleh tersangka yang siap edarkan di Wilayah Bueleleng. Kata dia, barang bukti ini sudah ditimbang total ada 16 gram dan sudah dikemas menjadi 24 paket oleh tersangka dan barang ini sudah siap edar.

"Kalau perkiraan saya satu paket itu bisa 2 jutaan harganya ada juga paket 500 ribuan harganya," sebutnya. Berdasar pengembangan diketahui, barang haram itu didapat dari pulau Jawa melalui penyebrangan Gilimanuk.

Pihaknya tidak akan berhenti sampai penangkapan namun ini akan terus melakukan pengembangan guna melacak sumber barang tersebut.

Ia menambahkan, dalam pengungkapan, sebelumnya, barang bukti didapat hanya berapa namun sekarang ini tergolong sangat besar. Diduga barang ini baru sampai kemudian dikemas dalam bentuk paket-paket kecil.

"Mudah-mudahan pengembangan kita nanti akan menjurus dari mana asalnya sekali dan mudah-han ada titik terang" imbuh Wijaya. Kepada petugas, Ar alias Ajik pria kelahiran 19 Oktober 1990, mengaku barang tersebut yang disebutkan berasal dari dua daerah Jawa dan Denpasar.

"Barang dari Jawa, Denpasar. Belum sempet saya jual, sebelumnya barang saya jual barang seperti itu perpaket Rp 500, saya berjualan hampir dua tahun," jelas Ajik.

Polisi menjerat tersangka dengan Undang-undang penyalah gunaan Narkotika dengan Pasal 112 ayat (2) dan pasal 127 ayat (1) UU RI No.35 tahun 2009 tentang Narkotika. Dengan ancman hukuman pidana paling lama 20 thn dan denda paling banyak Rp 8 miliyar. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi