Pemerintah Diminta Tarik Produk Mi Instan Korea Mengandung Babi

Minggu, 18 Juni 2017 : 23.05
Ketua YLKI Tulus Abadi (dok.kabarnusa)
JAKARTA - Menyusul peringatan Badan POM terhadap beberapa produk mi instan dari Korea, yang mengandung DNA babi, pemerintah diminta segera menarik produk dari pasaran. Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi, memberikan apresiasi terhadap public warning tersebut, walau terkesan Badan POM terlambat.

"Produk mi instan ini sudah lama beredar di pasaran. Kenapa baru sekarang ada public warning," tanya Tulus dalam siaran persnya, Minggu (18/6/2017). Dikatakannya, langkah menarik dari pasaran itu hanya dari aspek perdata. Seharusnya tidak cukup menarik dari pasaran, namun ada upaya hukum yang lain.

"Baik sisi administrasi dan atau pidana. Importir mi instan patut dicabut ijin operasionalnya, karena telah memasukkan produk yang tidak memenuhi standar regulasi di Indonesia, yakni proses produksi halal," tutur dia.

Apalagi, sambung Tulus, setelah ada UU Jaminan Produk Halal. Pihaknya juga meminta kepolisian melakukan tindakan pro justitia dari sisi pidana terhadap importir dan distributor. Pasalnya, secara pidana, kata dia, patut diduga melanggar UU Perlindungan Konsumen, UU Pangan, dan UU Jaminan Produk Halal. (des)
Berita Terbaru
Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi