Pelari Dunia Ramaikan "Sunrise Running" Ormas PBB di Pulau Serangan

Jumat, 30 Juni 2017 : 07.34
DENPASAR - Para pelari lokal hingga mancanegara siap meramaikan ajang lomba lari bertajuk "Sunrise Running" yang digelar ormas Pemuda Bali Bersatu (PBB) yang akan digelar di Pulau Serangan Denpasar Minggu pagi (2/7/2017).

Masyarakat utamanya mereka yang suka olah raga jogging masih bisa mendaftar hingga H-1 atau paling lambat Sabtu 1 Juli 2017 di Warung Tresni, Jalan Drupadi Denpasar. Pihak panitia melaporkan, sampai saat ini sudah ada 600 pelari baik pelari lokal, nasional dan internasional yang telah mendaftar.

Lomba lari "Sunrise Running" kali pertama digelar dalam rangkaian HUT Pemuda Bali Bersatu (PBB) ke-XV yang bertemakan "Menjaga Kebhinekaan dan Taksu Bali‎".

"Lomba lari "Sunrise Running" berjarak 6 kilometer menyusuri Pulau Serangan dengan suasana sportif dan kegembiraan dimulai Minggu (2/6/2017) mulai pukul 6.30 pagi dan diperkirakan akan selesai sekitar pukul 08.00 Wita," jelas Ketua Panitia Lomba, Gede Risky Pramana dalam keterangan resminya Kamis (29/6/2017).
.
Sejumlah pelari internasional juga akan ikut serta seperti pelari Afrika dari negara Nigeria dan Mozambik, pelari Australia, dan pelari dari Jerman. Risky mengungkapkan selain dari kalangan atlet dan komunitas lari di Bali dan luar Bali, lomba lari

"Sunrise Running" perdana ini juga diikuti para peserta dari instansi pemerintahan, dari unsur organisasi masyarakat, serta para pelajar maupun mahasiswa. Usai lomba akan dilanjutkan dengan acara penutupan seluruh rangkaian kegiatan HUT PBB ke-XV tahun 2017.

Pada puncak kegiatan HUT PBB, sebelumnya juga telah dilakukan berbagai kegiatan seperti ekspedisi pendakian ke puncak Gunung Agung di Karangasem, sembahyang bersama di Pura Goa Lawah, Kejuaraaan Motorcross tingkat nasional di Klungkung, dan Kejuaraan Futtsal di Renon Denpasar.

Nantinya, usai lomba lari dan upacara seremoni penutupan akan dilakukan pengundian kupon berhadiah sepeda motor yang dikhususkan untuk internal anggota PBB yang juga dihibur musik "Crazy Horse" dan Johny Agung Band.

Dalam kesempatan sama, Ketua Harian PBB, Made Muliawan Arya atau De Gajah mengungkapkan, ide awal "Sunrise Running" ini sudah muncul sekitar dua tahun lalu.

Kata De Gadjah, ide itu muncul, setelah melihat fenomena banyaknya aktivitas lomba lari di Bali seperti Sunset Run, Colur Run, dan lomba lari lainnya. "Sedikit promosi, "Sunrise Running" adalah ajang berlari dengan bergembira sambil menikmati alam Bali yang sejuk dan segar di pagi hari," tuturnya.

Kini, olahraga lari sudah menjadi "life style" atau gaya hidup masyarakat, animo masyarakat terhadap kegiatan lari ini juga semakin tinggi, sehingga timbul ide untuk membuat lomba lari "Sunrise Running" ini.

Karenanya, sambil lari kita bisa melihat keindahan Sunrise atau matahari terbit. Untuk itu, ke depan diharapkan ajang seperti ini sebagai agenda tahunan, sebagai "trademark" PBB yang identik dengan kegiatan olahraga, sosial kemasyarakatan dan wadah pemersatu semua pemuda.

Sekretaris Umum PBB, Putu Mahardika menambahkan, kegiatan "Sunrise Running" PBB ini diharapkan akan menjadi kegiatan tahunan yang bergengsi. Mengingat, dengan konsep "Fun Running" event ini telah didukung penuh oleh Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Bali ini.‎

Bahkan, KONI Bali sudah mengakui acara PBB lainnya seperti motorcross tahunan PBB sebagai acara bergengsi di wilayah Jawa, Bali, Lombok.

"Kami berharap lomba lari "Sunrise Running" menjadi kegiatan tahunan hingga tingkat internasional. Kami akan kawal betul dan jaga perlombaan ini disetiap sisi dan sudut agar peserta sportif dan tidak berbuat curang karena ini pertaruhan kita menggelar kegiatan agar profesional," tutup Mahardika. (rhm)
Berita Terbaru
Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi