Pangdam IX/ Udayana: Kebhinekaan di Indonesia Takdir Tuhan

Senin, 12 Juni 2017 : 18.16
Pangdam Udayana Mayjen TNI Komaruddin Simanjuntak (dok.kabarnusa)
DENPASAR - Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Komaruddin Simanjuntak menenegaskan jati diri Bangsa Indonesia yang beridentitas sebagai bangsa plural, majemuk dan berbhineka sudah menjadi takdir, kodrat dari Tuhan Yang Maha Esa.

Karenanya, Pangdam Komaruddin mengajak seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali kembali kepada jati diri sebagai Bangsa Indonesia yang beridentitas sebagai bangsa plural, bangsa yang majemuk.

Kembali kepada jati diri bangsa yang berbhineka baik dari segi keyakinan agama yang dianut, suku, adat istiadat, budaya dan bahasa yang digunakan sebagai alat berkomunikasi.

"Sebagai bangsa Indonesia kita harus mampu memandang dengan jernih dan meyakini bahwa keberagaman ini adalah merupakan kodrat, takdir dan rahmat yang tak ternilai dari Tuhan Yang Maha Esa," tegas Panglima dalam siaran persnya, Senin (12/6/2017).

Untuk itu harus disadari bahwa keberagaman ini adalah keindahan dan sebagai pelangi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Kita harus berbangga memiliki Pancasila sebagai Ideologi Negara yang dapat mempersatukan warga negaranya yang plural, karena semua ini tidak  bisa ditiru oleh bangsa lain dibelahan dunia manapun," tukas dia.

Bangsa yang bisa hidup rukun secara berdampingan di tengah segala macam pluralitasnya. Kerukunan dan kedamaian ini tidak jarang mendapat pengakuan dari masyarakat internasional.

Karenanya, Panglima mengajak semua kalangan masyarakat, bergandengan tangan untuk membangun bangsa ini menjadi bangsa yang maju, adil, makmur dan sejahtera dengan mengamalkan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalam Pancasila sebagai Ideologi NKRI.

Tidak tidak ada pilihan lain, karena hanya Pancasila yang mampu mempersatukan kita sebagai Bangsa Indonesia berbhineka.

Disisi lain Pemerintah sesungguhnya sudah berkomitmen untuk menguatkan Pancasila, berbagai upaya terus dilakukan seperti salah satu contoh bahwa pemerintah telah mengundangkan Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2017 tentang Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila.

Dalam pelaksanaannya Lembaga Baru ini bekerjasama dengan seluruh komponen bangsa untuk memperkuat pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari dan terintegrasi dengan program pembangunan yang dilaksanakan oleh pemerintah.

Program itu seperti, pengentasan kemiskinan, pemerataan kesejahteraan dan program-program lainnya yang menjadi bagian integral dari pengamalan nilai-nilai Pancasila. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi