Ogah Dikurung Tiga Bulan, 25 Warga Pilih Bayar Denda Rp 500 Ribu

Kamis, 08 Juni 2017 : 23.49
DENPASAR - Warga yang dinyatakan bersalah melanggar Perda No. 1 Tahun 2015 tentang Ketertiban Umum di Kota Denpasar dan Perwali No, 3 tahun 2012 penetapan jadwal pembuangan sampah dalam sidang Tipiring terpaksa merogoh kocek hingga Rp500 ribu untuk membayar denda sebagai ganti hukuman kurungan tiga bulan.,

Sanksi denda dijatuhkan dimaksudkan untuk menyadarkan kembali dan memberikan efek jera kepada masyarakat yang suka membuang sampah sembarangan. Selain itu, mengingatkan masyarakat akan kebersihan lingkungan dan waktu membuang sampah, yakni pada pukul 17.00 sampai 19.00 WITA,

Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar terus melakukan sidak kebersihan yang kali ini tertangkap tangan sebanyak 25 orang pelanggar kebersihan dan langsung menjalani Sidang Yustitia tindak pidana ringan (Tipiring) di Balai Banjar Celagigendong, Kelurahan Pemecutan, Denpasar Barat, Rabu (7/6/17).

Sidang tipiring dipimpin hakim I.G.N. Putra Atmaja, SH,MH dan Jaksa I Putu Agus Yudhy Purwata dengan menjatuhkan sanksi denda dari Rp 200.000 sampai Rp 500.000 kepada para pelanggar.

Dan semua pelanggar memilih membayar denda langsung ditempat, karena tidak ingin menjalani hukuman selama-lamanya tiga bulan kurungan.

Sidang Tipiring yang di lakukan DLHK Kota Denpasar ini sebenarnya merupakan kegiatan rutin diadakan setia hari Rabu dan Jumat setiap minggunya di kantor Pengadilan Negeri Denpasar.

Sidang Yustitia kali ini diadakan di luar pengadilan tepatnya di Banjar Celagigendong guna untuk terus mensosialisasikan kepada masyarakat agar masyarakat sadar dan ikut menjaga kebersihan lingkungannya sendiri.

"Selain juga memasyarakatkan Perda No. 1 Tahun 2015 tentang Ketertiban Umum di Kota Denpasar," jelas Sekretaris DLHK Kota Denpasar I Dewa Gede Anom Sayoga.

Pelaksanaan sidang ini bukan semata-mata untuk menghukum masyarakat, akan tetapi kami mengajak masyarakat untuk ikut memelihara kebersihan lingkungan khususnya di Kota Denpasar.

"Ini juga merupakan bagian dari revolusi mental di bidang kebersihan, agar tidak lagi membuang sampah secara sembarangan," ungkapnya.

Pelanggar kebersihan kali ini kesalahannya bervariasi ada yang buang sampah rumah tangga di atas trotoar secara sembarangan, ada yang membuah limbah kotoran babi kesungai dan membuang sampah tidak pada waktunya.

Hal ini sangat jelas bahwa mereka sudah melanggar Perwali No, 3 tahun 2012 penetapan jadwal pembuangan sampah yang sudah ditentukan dari Pukul 17.00 Wita hingga 19.00Wita.

Bahkan ada masyarakat yang sengaja membuang sampah di tempat yang ada larangan untuk membuang sampah hingga mendapat teguran. Namun karena tidak dihiraukan, petugas satgas DLHK terpaksa mengambil tindakan tegas. (gek))

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi