Menpar Arief Sebut Singapura Bukan Destinasi Pariwisata Tetapi Kalahkan Indonesia

Minggu, 11 Juni 2017 : 10.44
Menpar Arief Yahya
NUSA DUA - Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan negara Singapura meski bukan destinasi pariwisata namum bisa mengalahkan Indonesia karena memiliki hak untuk perdagangan dan investasi (trade and invstmen) sehingga banyak orang datang ke negeri tetangga itu.

Menurut Arief, siapapun yang menjadi hak akan menguasai dunia. Seperti contohnya Tanah Abang. Semua ibu-ibu ingin belanja ke Tanah Abang, karena semua kebutuhannya ada dan bisa didapat di sana.

"Dialah market place. Di Bali seperti tempat sovenir Pasar Sukawati, orang juga akan datang ke sana," tukas Menteri Pariwisata Arief Yahya dalam Konferensi Pers saat Penutupan BBTF 2017, Sabtu (10/6/2017).

Bali & Beyond Travel Fair (BBTF) 2017 resmi digelar mulai tanggal 7-10 Juni 2017 di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC) Bali.

Dia melanjutkan, negara yang menetapkan dirinya sebagai hak juga hebat. Negara Qatar misalnya, pendapatan per kapitanya bisa mencapai 100 ribu US dolar atau 20 kali lipat dari Indonesia, Singapura sepuluh kali lipat, Hongkong, Doha, Dubai dan Abudabi juga sangat tinggi.

Jadi semua negara yang memposisikan dirinya sebagai hak hebat-hebat. Untuk itu Menpar berharap BBTF ke depan bisa jadi market place. Bali jadi market place sebagai hak tourism. Ketika menjadi tourism hak maka dia akan menjadi trading dan investment.

Menpar Arief Yahya kembali mencontohkan Singapura yang bukan destinasi wisata, tapi dia sebagai hak untuk trade dan investment.

"Karena itu, tourism Singapura bisa mengalahkan Indonesia yang punya ratusan destinasi. Ya ini karena Singapura itu trade dan investmennya bagus. Maka tourismnya menjadi bagus dan maju,” ujarnya.

Bali sendiri meski dalam skala kecil adalah tourism hak untuk Indonesia. Meski dalam skala kecil sebagai tourism hak sehingga tradenya jalan. Sehingga apapun yang dibranding Bali akan laku. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi