Lahan Parkir dan Dropping Zone, Solusi Masalah Lalu Lintas di Tabanan

Rabu, 07 Juni 2017 : 15.44
TABANAN - Penyediaan lahan parkir dan pembuatan dropping zone di setiap sekolah menjadi solusi mengatasi permasalahan lalu lintas di Kabupaten Tabanan khususnya kemacetan dan kurangnya lahan parkir di Jalan Diponegoro Tabanan.

Hal itu mencuat saat Dinas Perhubungan Kabupaten Tabanan melaksanakan Rapat Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) di Ruang Rapat Kantor Bupati Tabanan, Rabu (7/6/17).

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Tabanan Made Agus Hartawiguna mengatakan sebagai salah jalan utama yang ada di Pusat Kota Tabanan, sampai saat ini masih banyak permasalahan yang belum dapat dituntaskan di jalan Diponegoro seperti parkir,

Permintaan parkir meningkat sementara lahan terbatas, hingga terjadinya kemacetan. Untuk itu pihaknya berusaha mencari solusi salah satunya dengan penyediaan lahan parkir dan Dropping Zone di setiap sekolah.

Terdapat perkantoran, permukiman, sekolah, pusat perbelanjaan dan rumah sakit di Jalan Diponegoro. Untuk rumah sakit dan pusat kegiatan pembelanjaan berkewajiban menyediakan lahan parkir dengan kapasitas yang bisa mengakomodir permintaan dalam jangka waktu beberapa tahun mendatang.

"Saya juga memberikan apresiasi atas rencana pembuatan lahan parkir bertingkat BRSUD Tabanan, dan kami harapkan dapat segera terealisasi," ujarnya.

Agus mengungkapkan meningkatnya volume kendaraan dan padatnya aktivitas masyarakat juga menjadi salah satu faktor yang menyebabkan permasalahan lalu lintas, salah satunya adalah banyaknya pengantar siswa sekolah yang berhenti atau parkir terlalu lama di jalan.

Oleh karena itu pembuatan Dropping Zone di setiap sekolah dapat dijadikan solusi untuk mengatasi kemacetan.

"Dalam pengurangan dampak kemacetan yang diakibatkan oleh para pengantar siswa, diharapkan pihak sekolah menyediakan Dropping Zone atau sekurang-kurangnya adanya pengawasan di depan sekolah untuk meminimalisisr waktu para pengantar dalam mengantar anaknya.

Untuk mengurangi kemacetan dan parkir sembarangan di jalan Diponegoro di sebaiknya dimanfaatkan angkutan umum trans serasi dan diharapkan setiap sekolah mempunyai bus sekolah untuk mengurangi kegiatan antar jemput siswa sekolah," ucapnya.

Perlu adanya pertimbangan mengenai jam masuk sekolah untuk sekolah yang terdapat di Jalan Diponegoro sehingga kemacetan dapat berkurang. "Seperti pemberlakuan jam masuk pagi ataupun siang, sehingga volume kendaraan yang ada tidak membludak di pagi hari saja misalnya," tukasnya.

Kasat Lantas Polres Tabanan AKP Ketut Mastra Budaya mengatakan pihaknya sudah melakukan berbagai upaya seperti penempelan stiker larangan parkir hingga penggembosan ban sebagai efek jera.

"Kami sudah melakukan peringatan menempel sticker larangan parkir, penindakan tilang baik masyarakat ataupun siswa yang melanggar, hingga penggembosan ban di rambu larangan parkir, semua ini kami harapkan dapat membuat efek jera sehingga permasalahan lalu lintas ini dapat diatasi atau paling tidak dapat ditekan," ungkapnya. (gus)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi