Kucurkan Rp30 Juta, Mantan Bupati Buleleng Bangkitkan LPD Banyualit

Kamis, 01 Juni 2017 : 21.52
Mantan Bupati Buleleng Putu Bagiada turun tangan menghidupkan kembali LPD Banyualit
BULELENG - Mantan Bupati Buleleng Putu Bagiada merasa tergerak untuk kembali menghidupkan LPD Desa Pakaraman Banyualit Kecamatan Buleleng yang sempat terpuruk lantaran kasus penggelapan dana nasabah hingga Rp9 Miliar lebih.

Momentum Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2017 dijadikan langkah awal LPD Desa Pakeraman Banyualit bangkit dari keterpurukan. LPD ini, sempet mati suri, akibat uang nasabah yang diduga digelapkan ketuanya sebesar 9 miliiar kini perlajan mulai beroperasi.

Dalam rapat di wantilan Pura Desa Pakaraman Banyualit, dihadiri ketua LPLPD kabupaten Buleleng Gede Seniara, warga Desa Pakeraman Banyualit serta Putu Bagiada. Jro klian desa Pakeraman Banyualit Ketut Widarta sebagai peminpin paruman berharap warga desa membangkitkan kembali LPD Banyualit.

LPD tersebut berdiri tahun 1990 hingga memeiliki aset sebesar Rp 12 miliiar sampai tahun 2013. Namun, Aset yang mencapai miliyaran itu menghilang akibat ulah ketua LPD Gede Budiasa yang diduga melakukan korupsi hingga mencapai Rp 9 miliiar hingga Lembaga milik desa tersebut gulung tikar.

Widarta menyampaikan jika ada kerama desa ada yang masih menggunakan dana LPD tersebut diharapakan untuk menggembalikan tanpa dikenai bunga sedikitpun.

"Selaku kelian desa Pakeraman Banyualit, saya menyampaikan kekerama jika ada warga desa yang meminjam kredit di LPD dan belum mengembalikan saya mengharapakan untuk mengembalikan tanpa dikenai bunga," jelasnya.

Jika itu sudah kembali uang nasabah yang dulunya lenyap akan dikembalikan lagi ke nasabah. Nanti setelah peresmian 8 Mei 2017 akan dipanggil krama yang pernah pinjam kredit di LPD.  Dalam waktu dekat ini akan dibuatkan awig-awig yang mengatur tentang LPD Desa Pakraman Banyualit.

"Ini hanya untuk menguatkan saja. Nanti, siapa yang tidak membayar, akan kena sanksi awig-awig. Saat ini, sudah ada sekitar Rp55 juta, dari krama sekitar Rp25 juta dan tadi dari pak Bagiada ada Rp30 juta.

Kami optimis, LPD ini akan berjalan dengan cepat berkembang " ucap Widarta di hadapan ratusan krama Desa Adat Pakraman Banyualit menggelar paruman, di Pura Desa Pakraman Banyualit, pada, Kamis (1/6/17).

Dibangunnya LPD Desa Pakraman Banyualit ini, memang dimulai nol. Segala biaya operasional, masih belum memenuhi. Untuk dapat memenuhi operasional LPD ini, maka diperlukan dana segar yang tidak sedikit. Krama pun diminta kesukarelaannya menyisihkan dananya untuk operasional LPD. Itupun, belum mampu mencukupi.

Mantan Bupati Bagiada yang kini menetap di wilayah itu, terketuk menyumbangkan dana pribadi sebesar Rp30 Juta berupa tabungan yang disetorkan langsung secara tunai saat paruman tersebut. Harapannya, LPD yang akan berjalan dalam waktu dekat ini, dapat terpenuhi dari sisi operasional.

"Ini murni niat saya. LPD ini kan dimulai dari nol, apa harus dibiarkan berjalan dari nol, tanpa dana operasional di awal? Kan tidak. Saya harapkan, berdirinya kembali LPD ini, perekonomian di Desa Banyualit ini, bisa berjalan dengan baik dan mengakomodir semua keperluan krama," ucap Bagiada.

Ketua Lembaga Pemberdayaan (LP) LPD Kabupaten Buleleng, Gede Seniara yang hadir dalam paruman adat itu mengaku, optimis LPD ini akan berkembang pesat.

"Terbukti, sudah ada respon positif dan sepakat dari krama. Bahkan, 500 KK krama ini seluruhnya diberikan tabungan, tapi kan tergantung mereka mau mengisi atau tidak. Saya harapkan, LPD ini bisa hidup," kata Seniara.

Ia berjanji, akan memperjuangkan pengajuam dana untuk LPD Desa Pakraman Banyualit sebesar Rp50 juta ke Provinsi Bali, melalui proposal dari LPD Desa Pakraman Banyualit. "Nah, kami dari pembina berjanji, akan ajukan dana Rp50 juta untuk LPD ini, setelah mulai berjalan dan prospek bagus, agar LPD ini mampu berkembang lagi," papar dia. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi