Jelang Mudik, TPID Bali Dorong Kebijakan Tarif Transportasi yang Wajar

Jumat, 16 Juni 2017 : 08.53
Causa Iman Karana (dok.kabarnusa)
DENPASAR - Mengantisipasi terjadinya inflasi menyusul lonjakan arus mudik khususnya bidang transportasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Bali mendorong pihak terkait baik di di provinsi dan kabupaten melahirkan kebijakan tarif yang wajar,

Wakil Ketua TPID Bali Causa Iman Karana menegaskan, beberapa langkah mesti dilakukan dari sisi tranportasi darat, luat dan udara dalam mengantisipasi tekanan inflasi khususnya menjelang arus mudik Lebaran 2017.

Untuk itu, TPID akan bergerak bergerak (menekan inflasi) di sektor transportasi agar lahir tarif transportasi lebih aman sehingga masyarakat lebih nyaman selama musim liburan lebaran.

"Risiko inflasi salah satunya dapat dipengaruhi dari kenaikan tarif angkutan udara periode mudik Lebaran dan libur sekolah 2017," jelas Wakil Ketua TPID Bali Causa Iman Karana di Denpasar, Kamis (15/6/2017).

Sebagai langkah antisipasi TPID Bali, siap untuk memfasilitasi dinas-dinas terkait di provinsi dan kabupaten / kota melakukan koordinaai terkait dengan penetapan kebijakan tarif transportasi udara, darat dan laut yang wajar atau terjangkau.

Untuk itu masyarakat diimbau membeli tiket transportasi melalui jalur dalam jaringan atau "online" untuk menyiasati kenaikan harga menghindari antrean panjang jika membeli tiket secara langsung di tempat atau onsite.

Pada periode tahun 2014-2016, tarif angkutan udara dan tarif angkutan antarkota menjadi salah satu penyumbang utama inflasi baik di dua kota pencacahan inflasi di Bali yakni Denpasar, Singaraja.

Dalam kesempatan sebelumnya PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mengimbau pemudik atau pengguna jasa penyeberangan laut untuk membeli tiket secara "online" atau dalam jaringan untuk mempersingkat waktu antre di pelabuhan saat arus mudik Lebaran. (gek)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi