Inilah Automatic Fish Dryer Tenaga Angin Rancangan Mahasiswa UMK

Sabtu, 03 Juni 2017 : 22.01
KUDUS - Empat mahasiswa Universitas Muria Kudus (UMK) merancang alat pengering ikan (automatic fish dryer) dengan menggunakan tenaga angin.

Rancangan itu, dilatarbelakangi keinginan untuk membantu meningkatkan produktivitas nelayan di Kabupaten Pati, khususnya di sekitaran Desa Dukuhseti yang banyak masyarakatnya menjadi nelayan dan memproduksi ikan asin,

Empat mahasiswa itu adalah Ahmad Edi Waluyo dan M. Imha Ainun Najib (Prodi Teknik Informatika), Erna Mutiasari (Prodi Agroteknologi) dan Miftahul Inayah (Prodi Akuntansi) dengan Rina Fiati ST. MCs. sebagai dosen pembimbing.

"Di daerah pesisir Kabupaten Pati, banyak nelayan yang juga memproduksi ikan asin. Namun proses produksinya masih konvensional, yakni dijemur di bawah terik matahari," ujar Ahmad Edi Waluyo, Sabtu (3/6/17).

Ahmad Edi Waluyo dan teman-temannya tersebut melihat, proses pengeringan secara konvensional ini memakan waktu lama. "Proses pengeringan ikan asin dengan cara konvensional, bisa memakan waktu dua hari," paparnya.

Karenanya, dia dan teman-temannya pun melakukan observasi dan kajian, yang akhirnya muncul ide membuat automatic fish dryer dengan menggunakan tenaga angin. Mesin automatic fish dryer rancangan mahasiswa UMK ini memiliki tinggi mesin 120 cm dan lebar 40 cm, dengan kapasitas 3 rak atau sekitar 3 kg.

Edi Waluyo dan teman-temannya menambahkan, mesin rancangannya itu memiliki keunggulan untuk proses produksi ikan asin bagi para nelayan, karena waktu pengeringan yang dibutuhkan jadi lebih singkat.

"Hanya butuh waktu sekitar 6 jam saja," ungkapnya dalam keterangan tertulis diterima Kabarnusa.com. Mengenai energi angin yang dipergunakan, jelasnya, karena di daerah pesisir itu kaya energi angin, yang bisa dimanfaatkan untuk energi listriknya, sehingga bisa hemat.

"Keunggulan lain automatic fish dryer dengan menggunakan tenaga angin ini, yaitu tidak terpatok pada cuaca. Dengan mesin ini, musim hujan pun nelayan bisa memproduksi ikan asin," imbuhnya. (des)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi