Gapensi Buleleng Sayangkan Tender Proyek Tidak Transparan

Sabtu, 17 Juni 2017 : 15.02
Sekretaris BPC Gapensi Buleleng Ketut Budi Adnyana 
SINGARAJA - BPC Gapensi Buleleng mengadukan Kelompok Kerja (pokja) Badan Layanan Pengadaan (BLP) Buleleng ke Inspektorat Kabupaten Buleleng yang dinilai tidak transparan dalam pengadaan proyek.

Sekretaris BPC Gapensi Buleleng Ketut Budi Adnyana mengungkapkan, kemajuan teknologi justru dimanfaatkan pihak-pihak yang melakukan tender proyek dengan melakukan kongkalikong dalam memenangkan tender proyek.

Dia menilai pokja-pokja BLP Buleleng bersikap diskriminatif terhadap rekanan dari Buleleng sendiri. Banyak dalih dipakai untuk menyingkirkan rekanan lokal dan memenangkan rekanan luar Buleleng lantaran memiliki akses pejabat.

Ia juga mengungkapkan, ada 15 paket tender dibuka BLP Buleleng. Kelima belas paket itu adalah proyek irigasi yang hancur. akibat bencana alam pada pertengahan Januari 2017.

Dari 15 paket itu dilakukan lelang atau tender dalam dua tahap. Ia juga menjelaskan tender tahap pertama dilaksanakan pada tanggal 22 Mei 2017 dengan 8 paket proyek yang ditenderkan.

"Lelang tahap II awalnya direncanakan tanggal 29 Mei tetapi dundur menjadi 2 Juni 2017. Sebanyak 7 paket tender sehingga totalnya 15 paket," jelasnya kepada wartawan baru-baru ini.

Pihaknya menyayangkan Pokja I, Pokja II dan Pokja III karena mempunyai interprestasi terhadap persyaratan tender yang berbeda. Mereka tidak menetapkan persyaratan tender sesuai aturan tetapi persyaratan itu ditetapkan sesuai interpretasi masing-masing.

"Makanya antara persyaratan antara Pokja I, II dan III tidak sama. Mereka buat persyaratan sesuai interpretasi masing-masing. Akibatnya rekanan Buleleng yang menjadi korban," kritik Budi.

Dikatakan, ada hal lucu dalam pemenangan tender justru dua rekanan dengan penawaran terendah di masing-masing paket tender asal malah digugurkan. Pokja BLP Buleleng malah memenangkan rekanan asal luar Buleleng yang berada di urutan ketiga dan urutan keempat.

Kejanggalan lain ditemukan Gapensi Buleleng dalam menggugurkan anggotanya, adalah tanpa ada klarifikasi alasan kenapa rekanann peserta tender itu gugur. "Kalau gugur ya harus ada penjelasan, harus ada alasannya. Bukan menggugurkan rekanan itu tanpa klarifikasi," imbunya.

Hingga kini, belum diperoleh konfirmasi dari pihak Pokja BLP Buleleng terkait pengaduan pihak Gapensi ke Inspektorat Kabupaten Buleleng. (rhm)
Berita Terbaru
Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi