Gandeng SMK di Bali, Alfamart Class Siapkan Tenaga Kerja Industri Ritel

Jumat, 16 Juni 2017 : 23.15
Deputy Branch Manager Alfamart Bali Muhson Husin dalam peresemian Alfamart Classs di Karangasem
KARANGASEM - PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk menjalankan program Alfamart Class yang bekerja sama dengan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) termasuk di Bali. Mereka para lulusan pendidikan vokasional, khususnya SMK di Tanah Air kerap menemui kesulitan memperoleh pekerjaan yang sesuai dengan minat dan keterampilannya.

Permasalahan tersebut bisa terjadi karena adanya ketidakselarasan antara kompetensi siswa yang dibekali di bangku sekolah dengan kualifikasi yang dibutuhkan industri kerja.

"Ritel modern merupakan salah satu industri padat karya, di mana kebutuhan tenaga kerja di industri ritel setiap tahunnya terbilang besar dan menjadi tantangan tersendiri bagi perusahaan untuk bisa terus memenuhinya," jelas Deputy Branch Manager Alfamart Bali, Muhson Husin disela peresmian Alfamart Class dan Laboratorium Ritel SMKN 1 Abang Karang Asem Bali, Kamis (15/6/2017).

Dikatakan, sebenarnya peminatnya cukup banyak, namun keterampilan yang dimiliki seringkali tidak memenuhi kualifikasi yang dibutuhkan, sehingga perusahaan harus memberikan banyak pelatihan sebelum diterjunkan ke pekerjaannya.

Ini tentunya membutuhkan waktu dan biaya yang tidak sedikit. Untuk itu, sejak 2009, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk menjalankan program Alfamart Class yang bekerja sama dengan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Langkah itu bertujuan mengembangkan sumber daya manusia di Indonesia melalui dunia pendidikan serta menghasilkan lulusan terbaik yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri ritel. "Di Bali sendiri saat ini terdapat tujuh Alfamart Class dan Laboratorium Ritel," sebut dia.

SMK dipilih karena tempat yang potensial untuk menciptakan SDM yang berkualitas dan dibekali kompetensi teknis. SMK yang terpilih didominasi jurusan bisnis atau pemasaran karena dianggap sejalan dengan tujuan kurikulum Alfamart Class.

Lewat program Alfamart Class, sambung dia, Alfamart dan pihak sekolah menyelaraskan kurikulum ritel sekaligus memperluas pengetahuan para tenaga pengajar.

Program ini didesain khusus menggunakan kurikulum yang disesuaikan dengan kebutuhan Alfamart, namun tetap mengacu pada peraturan pendidikan nasional yang ada, yakni Kurikulum Nasional 2013 dan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).

"Kami memberikan pelatihan juga kepada para tenaga didik,” katanya menegaskan.

Program yang merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial perusahaan di bidang pendidikan ini, semakin lengkap dengan adanya Business Center atau Laboratorium Ritel yang dihibahkan perusahaan sebagai media praktik belajar siswa di sekolah.

Selain itu,program Praktik Kerja Industri (Prakerin) yang bisa memberikan pengalaman praktis bagi siswa di dunia kerja.

Pihaknya membekali siswa dengan berbagai kompetensi seperti pengetahuan produk, softskill penjualan, transaksi & administrasi penjualan, persediaan produk, pelayanan pelanggan, prosedur kerja, hingga kerja sama tim.

"Pengetahuan tersebut bisa dipraktikkan langsung di business center yang kami sediakan di sekolah-sekolah juga pada saat prakterin," papar dia.

Muhson menambahkan, ini layaknya program yang menguntungkan bagi berbagai pihak sekaligus, pihak sekolah memperoleh sarana dan prasarana pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan belajar mengajar dan kebutuhan industri.

Sedangkan lulusannya bisa memperoleh pekerjaan sesuai kompetensi yang dipelajari selama di bangku sekolah. Sementara kebutuhan tenaga kerja yang sesuai kualifikasi industri ritel juga terpenuhi.

"Setelah lulus, siswa Alfamart Class bisa langsung bergabung dengan perusahaan kami. Selain itu, mereka juga bebas memilih untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi atau membuka usaha ritel secara mandiri," terangnya.

Pada November 2016, perusahaan menggelar Lomba Kompetensi Siswa (LKS) di Nganjuk. Kegiatan ini diikuti oleh 37 SMK yang telah bekerja sama dalam program Alfamart Class di wilayah Jawa Timur.

"Hingga kini, sebanyak 4.360 siswa tercatat telah bergabung dalam Praktek Kerja Industri (Prakerin) di Alfamart. Alfamart Class sendiri telah diimplementasikan di 174 SMK di berbagai wilayah di Indonesia. Tahun ini, perusahaan berencana menambah kerja sama dengan 21 SMK lainnya," pungkasnya. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi