Dukung Deklarasi Alstar B, Perindo Bali Tawarkan Aplikasi Online Transportasi

Rabu, 21 Juni 2017 : 09.12
Deklarasi Alstar B di Wantilan DPRD Bali
DENPASAR - Partai Perindo memberikan dukungan terhadap pembentukan Aliansi Sopir Tansport Bali (Alstar-B) sebagai wadah untuk memperjuangankan aspirasi dan perlindungan terhadap profesi sopir jasa transportasi di Pulau Dewata.

Dukungan itu ditunjukkan dengan kesiapan Partai Perindo Bali, siap membantu mewujudkan rencana para sopir memiliki aplikasi transportasi sendiri.

"Kami ingin saling tolong menolong, karena nasib mereka selama ini banyak dikalahkan taksi-taksi online," ujar Ketua DPW Perindo Bali Wayan Sukla Arnata di sela deklarasi Alstar B di Wantilan DPRD Bali, Selasa (20/6/2017).

Perindo memiliki keberpihakan kepada sopir-sopir taksi konvensional, karena melihat ada kelemahan sistem transportasi yang dimiliki.

"Maka Perindo ingin mensejahterakan masyarakat, di sinilah kita berpeluang membantu masyarakat dalam hal ini, sopir-sopir di Bali," jelasnya dalam acara yang dihadiri pula Ketua Komisi III Nengah Tamba.

Disinggung soal dukungan nyata yang akan diberikan Perindo terkait aplikasi online yang bisa mendukung kegiatan jasa transportasi mereka, kata Sukla akan dilihat perkembangannya.

"Kita sudah sepakat, semua para sopir ini untuk antarkan menghadap Bapak Hary Tanoesoedibya (Ketum DPP Perindo)," imbuhnya. Harapannya, bagaimana Hary Tanoe bisa membantu penggunaan aplikasi ini.

Meskipun sebenarnya Serikat Sopir Indonesia (SSI) ini sudah punya aplikasi sendiri. Makanya, jika tidak cukup dengan penggunaan aplikasi SSI, pihaknya akan menawarkan agar sopir di Bali menggunakan aplikasi dan memohon ke Hary Tanoe.

"Kita harapkan, karena bagaimanapun Pak Hary Tanoe, sebagai pendiri Partai Perindo dan satu-satunya yang memiliki satelit sendiri, ini yang luar biasa, tidak ada yang lain lagi, agar dimanfaatkan bagi masyarakat yang membutuhkan," katanya menegaskan dalam acara yang dihadiri pula Ketua DPN SSI Agus Mulyono.

Dalam kesempatan itu, Ketua Komisi III Tamba juga meminta agar para sopir di Bali segera berbenah diri menghadapi tuntutan zaman termasuk dalam hal perkembangan oertekonologi informasi.

Adanya fenomena teknologi bisnis transportasi berbasis online, tidak bisa dihadang maka satu-satunya jalan, sopir di Bali juga harus meningkatkan kapasitas diri dalam memberikan pelayanan dan membangun sistem transportasi berbasis online.

Apalagi, pemerintah juga telah menerbitkan aturan PM (Peraturan Menteri Perhubungan) No 26 Tahun 2017 tentang transportasi online yang sgeraa diberlakukan mulai 1 Juli ini .

"Satu-satunya cara terbaik yang bisa dilakukan adalah bersaing secara sehat dengan taxi online itu," jelas politikus Partai Demokrat yang kini populer disapa TMS (Tamba Menuju Senayan) DPR RI.

Untuk itu para sopir harus segera menentukan sikap, aplikasi online lawan dengan aplikasi online. Ini solusinya. Layanan berbasis online itu menjadi kebutuhan. Apalagi Indonesia sudah siap MEA, ini era ekonomi Global, persaingan tidak bisa dihindari.

Dalam deklarasi Alstar B dipilih Ketua Ketut witra didampingi Sekretaris Nyoman Kanton Wijaya dan para pengurus lainnya serta koordinator wilayah. (rhm)
Berita Terbaru
Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi