Dr Haedar Nashir: Muhammadiyah Bagian Tak Terpisahkan dari TNI

Senin, 05 Juni 2017 : 16.18
YOGYAKARTA - Ketua PP Muhammadiyah DR. Haedar Nasir hubungan antara TNI dan organisasi Muhammadiyah menjadi bagian tak terpisahkan satu sama lainnya sejak jaman pergerakan Bangsa Indonesia.

Menurutnya, sejak awalan Muhammadiyah sudah melakukan pergerakan merebut kemerdekaan bersama TNI. "Untuk itu TNI merupakan bagian dari Muhammadiyah dan Muhamadiyah merupakan bagian yang tidak terpisahkan di tubuh TNI," ujar Haedar, Minggu (4/5/17).

Pada bagian lain, Ia menambahkan, di Yogyakarta ada tiga kampus besar milik muhammadiyah yaitu Universitas Ahmad Dahlan, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dan Universitas Aisyyah.

Hal itu disampaikannya saat bertemu dengan Panglima TNI  Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dalam safari ramadan di Yogyakarta.

Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Yogyakarta, Lantamal V Letkol Laut (P) Arya Delano menyambut kedatangan Panglima TNI  Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dan Rombongan dalam rangka Safari Ramandhan di Bandara Adi Sutjipto .

Turut serta dalam rombongan Panglima TNI yang menggunakan Pesawat TNI AU A 7306 dengan Penerbang Letkol Pnb Erick Budi Asrenum Panglima TNI dan Ibu, Asintel  Panglima TNI dan Ibu, Aspers Panglima TNI dan Ibu, Aster Panglima TNI dan Ibu, Aslog Panglima TNI dan Ibu, Kapuspen TNI dan Ibu, Aspotmar dan Ibu, Aspotdirga dan Ibu serta Kapusbintal TNI dan Ibu.

Tampak hadir dalam penyambutan Panglima TNI di Bandara Adi Sutjipto antara lain Kasdam IV / Diponegoro, Gubernur AAU, Danlanud Adi Sutjipto, Kapolda DIY, Danrem 072/PMK, para perwira Staf TNI dan Polri.

Panglima TNI melaksanakan buka puasa bersama, Sholat Maghrib berjamaah, Sholat Taraweh berjamaah dan memberikan bingkisan kepada 1000 Yatim Piatu di Hanggar pesawat Skadron Pendidikan (Skadik) 102 Lanud Adi Sutjipto.

Selesai melaksanakan sholat taraweh, Panglima TNI memberikan kuliah ceramah kebangsaan yang dikemas dengan acara pengajian Ramandhan kepada 5000 Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dan undangan di Masjid Islamic Center Kampus UAD.

Dalam kesempatan sama, Dr. H. Kasiyarno, M.Hum (Rektor Universitas Ahmad Dahlan) dalam mengatakan sudah lama bekerjasama dengan TNI. Kerja sama dalam membangun tehnologi strategis yang mematikan untuk mengangkat harkat dan martabat bangsa Indonesia, apabila TNI kuat martabat bangsa juga akan kuat.

Sedangkan Jenderal TNI Gatot Nurmantyo ceramah yang bertemakan “Tantangan dan Peluang Menjadi Bangsa Pemenang Dalam Kompetisi Global”. Panglima menyampaikan dirinya sebagai kader Muhammadiyah.

Muhamadiyah adalah salah satu ormas pencerdas bangsa. Krisis ekonomi dan depresi ekonomi diakibatkan oleh kemajuan tehnologi. Menurut Panglima, Krisis ekonomi dan depresi ekonomi diakibatkan kemajuan tehnologi.

Dengan adanya pemanasan Global maka beberapa negara sudah menutup imigran antara lain : Presiden Amerika, Uni eropa, Australia dll. Indonesia sangat potensi masuknya imigran apabila tidak kita waspadai maka kita akan terusir dari Indonesia.

Pembangunan ekonomi tidak dilihat dari besarnya negara dan besarnya energi tapi dari seberapa besar inovatif yang diciptakan. "Apabila negara kalah dalam inovatif maka akan terjadi krisis ekonomi," imbuhnya. (des)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi