Dekopinda Tabanan Gelar Diklat Manajemen Simpan Pinjam Koperasi

Senin, 19 Juni 2017 : 18.13
Suasana Diklat Manajemen Simpan Pinjam Koperasi yang digelar Dekopinda Tabanan
TABANAN - Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kabupaten Tabanan melalui Lapenkopda (Lembaga Pendidikan Perkoperasian Daerah), menggelar Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Manajemen Simpan Pinjam Terapan dan Analisa Laporan Keuangan Koperasi bagi Koperasi se Kabupaten Tabanan.

Diklat yang digelar di Gedung Dekopin Tabanan ini, dilaksanakan selama empat hari mulai Senin (19/6) – Kamis (22/6) yang diikuti oleh 30 orang peserta dari Koperasi Simpan Pinjam (KSP) yang ada di Kabupaten Tabanan.

Ketua Panitia Diklat I Ketut Pandia mengungkapkan, Diklat yang digelar Dekopinda ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan SDM koperasi khusunya dalam bidang manajemen dan analis laporan keuangan.

Narasumber berasal dari internal dan eksternal Dekopinda yang berkompeten di bidangnya. Narasumber yang memberikan pelatihan di antaranya adalah Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Tabanan AA.

Gede Dalem Trisna Ngurah yang memebrikan materi Kebijakan Pemberdayaan Koperasi dan UKM. Ketua Dekopinda Nyoman Wirna Ariwangsa juga menjadi narasumber yang membawakan materi Gerakan dan Tantangan Pengembangan Koperasi.

"Kadis Koperasi dan UKM Tabanan dan Ketua Dekopinda membawakan materi yang bersifat umum. Sedangkan narasumebr lainnya materinya lebih khusus dan spesifik," katanya.

Materi khusus yang diberikan di antaranya adalah Prinsip-prinsip Organisasi dan Manajemen, Manajemen Simpan Pinjam, Akuntansi Simpan Pinjam Koperasi, Menyusun dan menganalisa laporan keuangan koperasi serta Praktek Akuntansi Terapan.

Ketua Dekopinda Kabupaten Tabanan I Nyoman Wirna Ariwangsa, di sela-sela kegiatan mengungkapkan, secara kuantitas kopersi di Kabupaten Tabanan memang menunjukkan perkembangan yang cukup pesat.

Namun di balik pesatnya perkembangan koperasi tersebut, beberapa kelemahan yang masih menjadi permasalahan di antaranya adalah masih rendahnya Sumber Daya Manusia (SDM), akses pasar, akses modal, akses informasi dan sistem manajerial.

"Dari banyaknya masalah, pembenahan dan peningkatan SDM menjadi prioritas utama, karena kualitas SDM inilah yang menjadi kunci sukses bagi sebuah koperasi," paparnya.

Terkait hal itu, Wirna berharap dengan adanya Diklat ini secara bertahap bisa meningkatkan SDM Koperasi di Kabupaten Tabanan sehingga mereka bisa bekerja secara profesional untuk kemajuan dan kemandirian koperasi yang dikelolalnya. (gus)
Berita Terbaru
Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi