Aktivis Apresiasi Kepolisian Tangkap Pelaku Persekusi Terhadap Pelajar di Jakarta

Jumat, 02 Juni 2017 : 11.18
ilustrasi
JAKARTA - Kalangan aktivis Koalisi Anti-Persekusi mengapresiasi tindakan tegas kepolisian Polda Metro Jaya untuk menangkap 2 orang pelaku intimidasi hingga pemukulan terhadap PMA pelajar berusia 15 tahun sejak video persekusinya menyebar luas di media sosial.

Diketahui, Sabtu (28/5/17) malam PAM dipersekusi sejak namanya beredar sebagai target sejak (26/5/17). Ada lebih dari 100 orang melakukan persekusi kepada remaja ini dengan cara mendatangi rumahnya di daerang Cipinang Muara.

Para pelaku persekusi ini ditengahi Ketua RW 03 tempat keluarga PAM tinggal dibawa ke kantor RW 03. Di sana terjadi paling tidak 2 kali tindak pemukulan di bagian kepala, intimidasi verbal dengan ancaman pembunuhan, dan upaya pemaksaan melakukan permintaan maaf.

Semua proses persekusi ini disiarkan secara langsung melalui media sosial disertai dengan narasi yang diskriminatif. Aksi persekusi ini berlangsung hingga lewat tengah malam dan kemudian berangsur-angsur para pelaku persekusi ini membubarkan diri.

Pasca persekusi, hidup PAM dan keluarganya tidak tenang. Video persekusinya menyebar luas di media sosial. Hingga akhirnya pada Kamis (1/6/17) sore dijemput ditemani anggota keluarganya yang tinggal di tempat lain dan memutuskan melaporkan kasusnya ke Polda Metro Jaya.

Saat ini polisi dikabarkan telah menangkap dua orang berinisial UC dan M yang diduga melakukan tindak kekerasan sesuai dengan video yang beredar.

Damar Juniarto dan Asfinawati narahubung dari Koalisi Anti-Persekusi mengapresiasi tindakan tegas kepolisian Polda Metro Jaya untuk menangkap 2 orang pelaku pemukulan itu karena inilah yang diharapkan warga yang mendamba keadilan.

"Namun Koalisi Anti-Persekusi mendorong agar para pelaku dalam kasus-kasus persekusi lainnya juga perlu diperiksa karena telah melakukan tindakan persekusi yang melanggar hukum dan merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan," katanya dalam rilisnya, Jumat (2/6/17).

Terlebih PAM seorang anak yang dilindungi oleh UU No. 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak. Maka Penyidik wajib mengenakan para pelaku dengan Pasal-Pasal Tindak Pidana di UU Perlindungan Anak.

"Sekali lagi, Koalisi mendorong polisi untuk bertindak proaktif, tidak perlu menunggu laporan/aduan karena sifat pidana dari persekusi ini merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan," sambungnya.

Koalisi juga mendorong agar kepolisian di manapun berada dapat mencontoh dan bertindak tegas seperti halnya Polda Metro Jaya untuk melindungi warga dari tindak pidana persekusi dan menindak tegas para pelaku persekusi sesuai undang-undang yang berlaku di Indonesia.

Meski demikian, melihat karakter persekusi yang meluas dalam waktu relatif singkat, juga sebagai upaya membenturkan masyarakat melalui antara lain pembajakan akun, pembuatan akun palsu.

"Koalisi mendesak kepolisian untuk mengungkap fakta kemungkinan adanya penggerak yang membuat mesin persekusi bekerja," imbuhnya. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi