YLKI Buka Akses Informasi dan Pengaduan Secara Online

Rabu, 24 Mei 2017 : 06.11
Tulus Abadi (dok.kabarnusa)
JAKARTA - Guna memberikan kemudahan akses pada konsumen untuk mengadukan permasalahan, YLKI membuka kanal baru via online berbasis website bernama 'PUSAT PELAYANAN YLKI', website : www.pelayanan.ylki.or.id.

Di usianya yang 44 tahun, YLKI masih mendapatkan kepercayaan masyarakat yang cukup tinggi (YLKI lahir pada 11 Mei 1973).

Salah satu bukti masih tingginya kepercayaan itu masih banyaknya pengaduan masyarakat/konsumen via YLKI, atas berbagai kasus yang melanggar hak-hak konsumen, baik untuk produk barang, jasa, dan pelayanan publik.

Contohnya, pada 2016 YLKI menerima pengaduan konsumen secara tertulis dan teregistrasi sebanyak 781 pengaduan. Sedangkan pengaduan via telepon mencapai 1.051 pengaduan. Belum lagi pengaduan via media sosial dan whatsapp.

"Tak terhitung jumlahnya. Juga masih tingginya permintaan data, informasi terkait permasalahan konsumen, dari berbagai kalangan seperti: mahasiswa, media masa, peneliti, pemerintah, pelaku usaha dan lainnya," ujar Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi belum lama ini.

Kini, guna lebih memberikan kemudahan akses pada konsumen untuk mengadukan permasalahan, YLKI membuka kanal baru via online berbasis website bernama 'PUSAT PELAYANAN YLKI, website : www.pelayanan.ylki.or.id.

Akses ini bahkan bukan hanya untuk media pengaduan saja, tapi juga untuk mengakses data dan hasil penelitian/survei YLKI. Dan juga data/informasi lain yang terkait isu dan perlindungan konsumen, untuk semua kalangan.

Dengan kanal semacam ini akan membantu/mempermudah masyarakat konsumen berinteraksi dengan YLKI, untuk bersama-sama memperjuangkan haknya yang dilanggar.

"Masyarakat konsumen tak perlu "nglurug" datang ke YLKI untuk mengadukan permasalahan yang dihadapinya, khususnya yang diluar Jabodetabek," harap dia. Namun, YLKI tetap mempersilakan masyarakat untuk datang langsung ke YLKI, jika ingin berkonsultasi dan keperluan lainnya.

Pihaknya berharap kanal baru yang digagas YLKI ini bisa untuk meningkatkan indeks keberdayaan konsumen Indonesia, dengan upaya meningkatnya complaint habit di kalangan konsumen.

Indeks keberdayaan konsumen Indonesia terbilang masih rendah, dikarenakan masih rendahnya keberaniannya untuk mengadu (rendahnya complaint habit). (des)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi