Wujudkan Pemerataan, Pembangunan Jangan Terfokus di Bali Selatan

Kamis, 25 Mei 2017 : 09.52
Kepala Divisi Advisory dan Pengembangan Ekonomi Azka Subhhan memberikan sambutan 
DENPASAR - Dalam mewujudkan kesejahteraan dan pemerataan pembangunan di Provinsi Bali hendaknya pemerintah jangan hanya terfokus pada wilayah Bali Selatan .

Akademisi Universitas Pendidikan Nasional Denpasar, Prof Dr Ida Bagus Raka Suardana menyatakan perlu kseseriusan pemerintah dalam mendorong pemerataan pembangunan di Bali secara menyeluruh.

"Janban hanya terfokus di Bali Selatan," ujar Suardana dalam Seminar Nasional Pertumbuhan Ekonomi Berkualitas digelar Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Bali di Gedung Bank Indonesia Bali di Denpasar, Rabu (24/5/17).

Selain ketimpangan pembangunan, Bali menghadapi kendala lain seperti alih fungsi lahan yang tinggi, potensi UMKM yang belum tergarap optimal hingga tingginya tingkat suku bunga bank.

Guna menumbuhkan UMKM, harus ada upaya peningkatan jiwa wirausaha dengan melibatkan semua pihak termasuk mendorong tumbuh ekonomi kreatif dengan memanfaatkan kemajuan teknologi.

Pada bagian lain, Suardana mengungkapkan, Bali perlu pertumbuhan ekonomi inklusif yang menyerap banyak tenaga kerja sehingga menimbulkan pemerataan dan kesejahteraan masyarakat.

Hal itu memberikan manfaat seperti terbukanya lapangan pekerjaan sehingga mengurangi pengangguran, kesejahteraan, memperbaiki ekonomi. "Tak kalah pentingnya bisa mengurangi risiko gejolak sosial dan sosial politik stabil," ujar Guru Besar Ilmu Manajemen Undiknas Denpasar itu.

Dengan begitu, masyarakat tidak hanya diberikan informasi terkait angka pertumbuhan ekonomi namun pertumbuhan ekonomi yang benar-benar dirasakan dampaknya.

Sementara dalam pandangan Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Udayana Prof Dr Made Kembar Sribudi guna mewujudkan pertumbuhan ekonomi berkualitas, pengembangan tidak semata hanya di sektor konsumsi semata tetapi juga di sektor riil.

Seperti konstruksi atau pembangunan proyek baru itu membutuhkan bahan baku banyak dan tenaga kerja, Selain itu, perlu adanya rehabilitasi perbaikan kegiatan ekonomi, intensifikasi dan ekspansi usaha.

"Investasi juga menjadi salah satu penyokong pertumbuhan ekonomi berkualitas termasuk dari asing," sambung Ketua ISEI Denpasar 2017-2020 itu.

Berdasar data dilansir Bank Indonesia mencatat pertumbuhan ekonomi Bali triwulan pertama tahun 2017 mencapai 5,75 persen atau lebih tinggi dibandingkan triwulan IV tahun 2016 yang mencapai 5,47 persen.

Bank sentral itu memproyeksi prospek pertumbuhan ekonomi Bali tahun ini mencapai kisaran 6,10-6,50 persen yang didorong konsumsi rumah tangga, ekspor barang dan jasa dan investasi. Sedangkan lapangan usaha yang mendorong pertumbuhan ekonomi Bali adalah akomodasi makan dan minum atau pariwisata, pertanian dan transportasi. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi