Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat, Menteri Eko Harapkan Desa Fokus Program Unggulan

Sabtu, 20 Mei 2017 : 23.11
Menteri Desa Eko saat berada di stand "The 4th Ubud Royal Weekend di  Museum Puri Lukisan Ubud 
GIANYAR - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (DPDTT) Eko Putro Sandjojo mengharapkan dalam memacu pembangunan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat diharapkan desa fokus pada program-program unggulan mereka.

Dengan begitu kemajuan desa akan cepat lagi dalam mengangkat kesejahteraan masyarakat. Hal itu disampaikan Menteri Eko di sela “The 4th Ubud Royal Weekend” yang berlangsung di Museum Puri Lukisan Ubud, Sabtu (20/5/17).

Mendes Eko datang secara khusus ke Ubud, membawa beberapa program unggulan ke daerah yang menjadi salah satu andalan pariwisata di Pulau Bali. Diharapkan dengan fokus pada program unggulan, kemajuan desa  akan cepat lagi dan mengangkat kesejahteraan masyarakat

Program unggulan untuk pembangunan desa itu tetap menjadi fokus kementeriannya. Program itu diantaranya pro kades, embung desa dan BUMDes. Dijelaskan, program Pro Kades dilakukan dengan membuat klasterisasi desa, bisa pertanian, perikanan dan yang paling penting di sektor pariwisata.

"Pariwisata ini dimana fokusnya. Saya mau dapat masukan di Ubud ini fokusnya dimana dan apa saja kebutuhannya," jelasnya kepada awak media. Setelah mendapat banyak masukan khususnya dalam pengembangan pariwisata desa, pihaknya akan mengumpulkan 16 Kementerian terkait, dunia usaha plus bank agar bisa membantu.

"Jadi ada akselerasi," tambahnya dalam acara yang juga dilakukan MoU PT Mitra BUMDes dengan Pemerintah Kabupaten Gianyar. Eko melanjutkan, program kedua untuk desa yakni progra embung desa. Meskipun embung tidak relevan di Ubud namun tetap bisa untuk pariwisata.

Jadi, bukan semata hanya kepentingan pertanian. Embung ini juga bisa untuk perikanan guna meningkatkan gizi masyarakat. Apalagi, saat ini banyak balita masih kekurangan gizi. Terkait program BUMDdes, Menteri Eko ingin mengetahui apa PT Mitra BUMdes kabupaten seperti di Gianyar sudah terbentuk apa belum.

Diharapkan, adanya PT Mitra BUMDEs di kabupaten bisa dibentuk mitra BUMDes di desa-desa sehingga ada pendampingan di tiap BUMDdes desa. Dengan begitu, bisa terjadi link and match antara perusahaan besar, UKM dengan pengusaha kecil di desa-desa.

Yang selama ini menjadi problem UKM dan pengusaha kecil ini, mereka tak memiliki resources management, distribusi dan marketing. Karena hal tersebut mahal. Nantinya, melalui link and match, antara perusahaan besar dan UKM, nantinya UKM akan menjadi suplayer perusahaan-perushaaan besar.

Jadi standarnya bisa ikuti perusahaan besar. Akan ada muncul benefit dimana industri yang kecil bisa belajar dan tak lagi memikirkan marketnya.

Mereka yang besar bisa juga kostnya ditekan karena mereka outsourcing. Karena dunia sekarang ini modelnya seperti itu. Contohnya sepatu Nike dan Apple. Mereka tidak memiliki pabrik, namun memiliki menguasai marketing dan distribusi sehingga industri besar jadi efisien dan industri kecil bisa jadi kuat.

Mendes Eko menghadiri "The 4th Ubud Royal Weekend" yang berlangsung di Museum Puri Lukisan Ubud Gianyar. Ajang ini dimaksudkan memberikan wadah kolaborasi dan interaksi bagi stakeholders local maupun global, MarcPlus, Inc., dan keluarga Puri Agung bersama dengan masyarakat Ubud.

Acara berlangsung untuk keempat kalinya ini mengangkat tema "Entrepreneurship, Culture, and Tourism" dan akan berlangsung tiga hari mulai 19-21 Mei 2017. (rhm)
Berita Terbaru
Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi