Tenant Ditutup Manajemen Discovery Shopping Mall, Daniel Chia Merugi Rp 13 M

Senin, 22 Mei 2017 : 23.34
Daniel Chia (kanan) didampingi kuasa hukum Made Somya dan Jupiter Lalwani berikan keterangan pers
DENPASAR - Pihak pemilik dua tenant yang ditutup paksa Manajemen Discoveru Shopping Mall (DSM) sejak 5 Mei 2017 mengaku mengalami kerugian material hingga Rp 13 miliar lebih.

Atas hal itu, Daniel Chia, selaku pemilik tenant D'Sign dan Trend Accesories di DSM Kuta itu langsung melakukan gugatan perdata ke Pengadilan Negeri Denpasar. Lewat Made Somya PT Bali Unicorn digugat sebagai pengelola DSM di Pengadilan Negeri Denpasar dengan Nomor Register:369/pdt G/2017/PN DPS.

Selaku juru bicara tim kuasa hukum Daniel, Somya menjelaskan gugatan diajukan karena PT Bali Unicorn melalui General Manager Corporatenya I Wayan Puspa Negara, dianggap bertndak semena-mena terhadap kliennya.

Ihwal kasus ini, berawal dari Daniel menyewa tempat di DSM untuk usaha yang dikenal Toko D’Sign dan Toko Trend yang menjalankan usaha di bidang tas, dompet, ikat pinggang dan accessories.

Berdasar perjanjian pengikatan sewa menyewa unit usaha Discovery Shopping Mall, Nomor 001/PPSM/BUDSM-LGL/VI/2015, tertanggal 8 Juni 2015 dan Surat Perjanjian Pengikatan Sewa Menyewa Unit Usaha Discovery Shopping Mall Nomor 001/PPSM/BUDSM-LGL/V/2016, Tertanggal 24 Mei 2016.

Selama melakukan sewa tersebut Daniel mengaku telah melakukan kewajibannya sebagai penyewa dan tidak pernah lalai dari tanggung jawab.

Permasalahan terjadi ketika Puspa Negara,menjadi General Manager Corporate PT Bali Unicorn mengirimkan surat kepada Daniel agar tidak menjual produk yang tidak sesuai UU seperti menjual produk yang tidak memiliki lesensi merk dagang tertentu

Pihak DSM meminta Daniel mengganti barang-barang (produk) dagangannya, tanpa menunjukkan peraturan perundang-undangan mana yang dilanggar dan barang-barang (produk) mana yang harus diganti.

Sebenarnya Daniel telah mengadakan pembicaraan dengan Puspa Negara, namun bukannya solusi didapat malah 5 Mei 2017 unit usahanya yaitu Toko D’Sign dan Toko Trend Accessories ditutup tanpa alasan yang jelas.

"Alasan penutupan seperti dalam surat itu absurd, aneh, saya minta agar semua dijelaskan aturan mana yang dilanggar oleh kami," imbuh Somya.

Dampak penutupan, Daniel tidak mengetahui barang apa saja yang ada di dalam toko pada saat penutupan. Daniel juga tak tahu sampai kapan tempat usahanya itu ditutup. Yang membuatnya sedih, dampak penutupan tenant itu adalah 10 karyawan yang bekerja di perusahanya selama 10 tahun lebih.

Dia bertutur, setelah penutupan toko tersebut, toko dan barang-barang dagangan miliknya dikuasai pihak Puspa Negara, dengan cara menempatkan security di tiap toko yang ditutup dan memasang CCTV yang mengarah pada toko.

Tenant Trend di DMC ditutup pihak manajemen
Tidak hanya itu, petugas juga menghalangi Daniel untuk memeriksa barangnya, akibatnya Daniel terpaksa merumahkan belasan karyawannya yang kehidupannya beserta keluarga karyawan tersebut sangat tergantung pada penghasilan bekerja di toko itu,

"Bahkan ada karyawan saya yang telah ikut bekerja di toko itu lebih dari sepuluh tahun," ujar Daniel dengan raut muka sedih. Akibat penutupan itu, pihaknya menaksir kerugian mencapau Rp13 juta lebih.disamping juga keluarga mengalami tekanan psikolgis baik dialami anak-anak maipun kelyarga lainnya.

Karena itu, dia meminta agar sikap egoisme seperti itu dihentikan, Daniel sangat kecewa mengingat ia menjadi penyewa sejak mall tersebut mulai beroperasi dan mengkhawatirkan hal tersebut akan berdampak pada dunia investasi

Selain itu pembangunan usaha yang saat ini sedang berusaha ditumbuh kembangkan oleh pemerintah, apalagi DSM sebagai sebuah ikon perbelanjaan terbesar di Bali yang merupakan pusat pariwisata. (hm)
Berita Terbaru
Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi