Tanah Lot Art and Food Festival, Lestarikan Seni Budaya Bali

Selasa, 16 Mei 2017 : 20.05
Bupati Tabanan Eka Wiryastuti memimpin rapat persiapan event Tanah Lot Art adn Food Festival 2017
TABANAN - Pemkab Tabanan berupaya terus menggali serta memaksimalkan potensi Tanah Lot dengan menggelar suatu event bertingkat Internasional yang akan dilaksanakan 7-9 juli 2017 mendatang bertajuk Tanah Lot Art and Food Festival.

Diketahui, Tanah Lot merupakan Destinasi Wisata yang tiada duanya di Dunia. Dengan keindahan panorama dan adanya Pura serta beberapa tempat suci yang ada di sekitarnya, menjadikan Tanah Lot sebagai tempat wisata yang Religius dan menawan setiap wisatawan yang pernah mengunjunginya.

Festival dilaksanakan dalam upaya menjaga dan melestarikan seni dan budaya Bali, khususnya di Tabanan. Serta mengangkat potensi seni di 23 Desa Adat di Kecamatan Kediri. Hal itu tentunya akan berpengaruh terhadap tingkat kunjungan Wisatawan mancanegara ke Tanah Lot sebagai World Class Tourism Destination.

Mengambil tema “Luhuring Segara Rasa Lan Raksa” yang artinya laut sebagai pusat Energi yang mewujudkan pribadi yang berbudaya. Dipilihnya tema tersebut bertujuan mengupas tentang laut karena laut merupakan keunggulan Tanah Lot disamping itu laut juga merupakan pemberi energy pada kehidupan kita.

Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti memimpin rapat dalam upaya memantapkan pagelaran Tanah Lot Art and Food Festival I Selasa (16/5/2017). Bupati Eka didampingi Asisten I I Wayan Yatnanadi dan Asisten II I Wayan Miarsana. Hadir juga Pimpinan DTW Tanah Lot Toya Adnyana, OPD terkait.

Dalam Rapat dibahas potensi-potensi seni dan budaya serta kuliner khas Tabanan. Guna dipakai sebagai produk unggulan di dalam menunjang event Tanah Lot Art and Food Festival I yang nantinya akan diagendakan rutin setiap tahunnya.

Dari tiga hari rencana pagelaran event tersebut terpilih 3 Kuliner sebagai menu paket yang akan menjadi menu wajib harian (menu special today). Yakni hari pertama, Sup Ares sebagai makanan pembuka, Lawar Kuwir sebagai makanan utama dan laklak biu (laklak pisang) sebagai menu penutup.

Hari kedua mengangkat bahan kuliner yang berasal dari pupuan yaitu Rebung Tabah yang akan diolah menjadi sup rebung tabah sebagai makanan pembuka, Nasi Lawar Rebung Tabah makanan Utama dan Jaja Batun Bedil sebagai hidangan penutup.

Serta di hari ketiga yakni hari terakhir juga tidak kalah menarik yaitu olahan ayam berpadu dengan buah mangga, Dadar gulung mangga sebagai hidangan pembuka, hidangan utama Ayam Bakar Sambel mangga dan hidangan penutup pisang goreng yang dikombinasikan dengan mangga.

Tentunya tidak hanya itu saja potensi kuliner yang akan ditampilkan mengingat event yang akan berlangsung merupakan event yang merupakan wadah pengembangan dan pelestarian seni budaya serta mengangkat kuliner khas Tabanan sebagai pendamping pariwisata berkesinambungan. Masih banyak lagi potensi yang akan ditampilkan, misalnya ; pengembangan dari olahan kuwir yaitu kuwir nyatnyat.

Ada juga Bebek Rajang khas Tabanan dipadukan dengan minuman Es Yeh Telabah, Timbungan dan Be Guling berpadu dengan Es Tuak Manis. Lawar bungkil gedebong biu batu (olahan dari bongkol pisang Batu), dan Kopi khas Tabanan yakni Kopi Leak juga akan ditampilkan berdampingan dengan pisang goreng Rangda, dan masih banyak lagi
.
Begitu banyaknya potensi yang dimiliki Kabupaten Tabanan untuk ditampilkan mencerminkan Tabanan merupakan Daerah yang kaya akan Kuliner, bukan hanya kuliner Tabanan juga kaya akan seni dan Budaya, tercermin Tari Oleg Tamulilingan merupakan Tari legendaries Tabanan.

Tarian itu akan ditampilkan dalam event tersebut. Mengingat begitu besarnya event, Bupati mengarahkan agar menekankan kepada promo dan media.

"Tanpa promo melalui media-media baik media cetak maupun online gaung dari Event sebesar Tanah Lot Art and Food Festival I tidak akan sampai didengar di mancanegara. Oleh sebab itu promo dan media harus diutamakan sebelum event berlangsung," tukasnya.

Pihaknya berupaya memantapkan berjalannya ajang itu dengan mengarahkan agar selama tiga hari acara harus diliput terus oleh media-media di Bali. Dirinya mengusulkan lomba video pengolahan kuliner dan tampilkan di medsos.

Sehingga secara langsung orang tahu bahwa Tanah Lot Art and Food Festival menyediakan makanan apa saja saat itu, jelasnya. Seni fotografi itu sangat penting. Sehingga perlu adanya saat pagelaran nanti yang namanya tempat untuk memamerkan seni dan fotografi.

"Kita hidupkan seni fotografi di Tabanan dalam event ini, Event ini diharapkan berlanjut dan menjadi agenda rutin setiap tahunnya," harap Eka.

Dia juga menyoroti soal keamanan, event yang besar sudah tentu membutuhkan pengamanan yang besar pula. Sistem keamanan juga harus diutamakan semisal parkir dan keamanan pengunjung sehingga wisatawan merasa nyaman berada di Tabanan. (gus)
Berita Terbaru
Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi