Setnov: Cawagub Bali Harus Ada "Chemistry" dengan Sudikerta

Rabu, 24 Mei 2017 : 22.41
Ketua DPR RI Setya Novanto usai menghadiri Dialog Kebangsaan
DENPASAR - Setelah DPP Partai Golkar merekomndasikan Ketua DPD Partai Golkar Bali Ketut Sudikerta sebagai calon gubernur di Pilgub Bali 2018 kini sosok pendamping calon gubernur harus memiliki kreteria salah satunya memiliki chemistry atau kecocokan dengan Sudikerta.

Menurut Ketua Umum DPP Partai Golkar Setya Novanto, untuk sosok pendamping Sudikerta, tentunya harus melewati mekanisme sesuai aturan keorganisasian partai beringin.

"Jadi, untuk rekomendasi cawagub lewat mekanisme, untuk melihat mana diantara figur yang terbaik yang akan dipilih," tegas Setnov usai bertemu dengan kalangan tokoh agama dalam dialog kebangsaan di Denpasar Bali, Rabu (24/5/17).

Pihaknya memberikan sepenuhnya, kepercayaan kepada Cagub Sudikerta untuk memilih figur yang akan mendampinginya dalam pertarungan Pilgub Bali 2018. Meskipun, tetap saja, dalam penentuan cawagub, akan terus dilakukan evaluasi dan koordinasi dengan DPP, khususnya kepada dirinya selaku Ketum Golkar.

Kata dia, evaluasi itu penting dilakukan karena sudah dipahami jika dalam Pilgub Bali ini memiliki sesuatu yang fundamental dam akan menjadi kepentingan bersama.

Disinggung secara spesifik kriteria Cawagub pendamping Sudikerta yang saat ini menjabat Wakil Gubernur Bali, Setnov menegaskan yang pasti harus nyambung, memiliki chemistry atau kecocokan dan kesamaan pandangan atau visi.

"Ya pertama, syarat wakil memang harus sesuai, chemistrinya, nafasnya sama dengan calon gubernur," tandasnya.

Setnov hadiri Dialog Kebangsaan di Denpasar
Demikian pula, figur cawagub nantinya, harus bisa sesuai dengan partai-partai koalisi karena itu akan menjadi harapan bersama. Terkait, rekomendasi tersebut, Setnov memastikan, sesuai AD/ART maka hal itu sudah jelas harus didukung dan diamankan seluruh kader dan pengurus agar dapat memenangkan Pilgub.

Saat disampaikan jika, masih ada elit politik seperti Gede Sumarjaya Linggih yang kabarnya akan tetap maju dalam Pilgub Bali, Setnov belum melihat adanya kader yang tidak melaksanakan keputusan organisasi tersebut.

Tentunya, jika sudah diputuskan partai, semua calon, kader dan pengurus pasti mengikutinya. "Saya melihat tidak ada yang tidak melaksanakan keputusan itu, kalau nanti ada yang tidak tunduk pasti akan sanki organisasi," tegas Setnov. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi