Sekuriti Terjaring OTT Pungli, Ini Sikap Manajemen Bandara Ngurah Rai

Sabtu, 20 Mei 2017 : 09.34
MANGUPURA - Menyusul tertangkapnya seorang sekuriti dalam operasi tangkap tangan (OTT) Tim Saber Pungli manajemen Bandara I Gusti Ngurah Rai menegaskan sikap mendukung sepenuhnya proses yang sedang berlangsung di kepolisian.

Communication & Legal Section Head Bandara Ngurah Rai Arie Ahsanurrohim menyatakan sikap tegas Angkasa Pura I terhadap segala bentuk praktek pungli.

“Sesuai dengan komitmen yang disampaikan saat Sosialisasi Saber Pungli, kami akan dukung sepenuhnya dan bila diperlukan membantu pihak kepolisian dalam memberantas pungli di Bandara I Gusti Ngurah Rai,” kata Arie dalam keterangan tertulisnya.

Seperti diberitakan, memang hari Rabu (16/5/17) malam salah satu oknum sekuriti bandara telah tertangkap tangan melakukan praktek pungli. Petugas sekuriti berstatus alih daya atau outsourcing yang bertugas di pintu masuk terminal keberangkatan internasional.

“Saat ini kami masih menunggu proses investigasi yang dilakukan oleh Tim Saber Pungli Polda Bali. Apabila terbukti bersalah maka kami juga akan memproses yang bersangkutan sesuai ketentuan perusahaan,” lanjutnya.

“Kami akan terus kooperatif. Kami juga mengajak masyarakat untuk membantu mengawasi. Apabila melihat dan mempunyaibukti dapat segera laporkan ke kami. Semoga dengan adanya peristiwa ini juga akan memberikan efek jera. Dengan begitu Bandara I Gusti Ngurah Rai dapat bersih darisegala praktek pungli,” ucapnya

Menanggapi pemberitaan di beberapa media massa, perlu diklarifikasi bahwa area check in bukan termasuk area steril, melainkan daerah terbatas (restricted area). Yang diperkenankan masuk ke area tersebut adalah penumpang, air crew dan pegawai pemegang pas bandara.

Proses pre-screening inid ilakukan oleh petugas Aviation Security. Dengan begitu, jika adakejadian di luar prosedur, maka hal ini akan dievaluasi dan diproses sesuai ketentuan yang berlaku.

Namun demikian pada situasit ertentu, tour guide dapat memasuki daerah terbatas dengan dikawal oleh petugas sekuriti bandara, dengan mempertimbangkan kondisi faktual dan objektif operasional.

Kondisi tersebut dapat terjadi tergantung diskresi Team Leader atau Squad Leader Sekuriti saat itu. Misalnya saat membawa rombongan calon penumpang penerbangan Internasional dalam jumlah besar dengan kondisi keterbatasan bahasa, untuk menghindari penumpukan penumpang di daerah terbatas. (gek)
Berita Terbaru
Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi