Peringkat RI Layak Investasi Naik, Sektor Riil dan Keuangan Bergairah

Selasa, 23 Mei 2017 : 10.53
KUTA - Dengan kenaikan peringkat investasi oleh lembaga pemeringkat internasional Standard and Poor`s pada level BBB diyakini akan menarik lebih banyak investor baik investasi sektor keuangan maupun riil.

"Kami yakin, adanya `investment grade` ini maka aliran modal masuk ke Indonesia akan lebih banyak lagi masuk ke pasar modal," kata Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Mirza Adityaswara ketika memberikan sambutan pada Diseminasi Laporan Perekonomian Indonesia dan 2016 Kerentuan BI mengenai GWM Averaging dan KPPK di Kuta, Kabupaten Badung, Bali, Senin (22/5/17).

Investasi langsung dari asing biasanya melihat peringkat suatu negara juga akan lebih banyak datang ke Tanah Air termasuk investor dari Jepang. Diakui, Mirza, Investor Jepang sangat selektif dalam menanamkan modalnya di suatu negara apabila belum termasuk dalam "investment grade".

Diketahui, setelah Indonesia mendapatkan peringkat "investment grade", diharapkanm investor dari negeri sakura itu juga masuk ke pasar obligasi Indonesia. Termasuk juga obligasi rupiah mengingat investor Jepang banyak berinvestasi di instrumen surat utang berdenominasi yen atau Samurai Bonds.

"Sekarang investor Jepang masih di Samurai Bonds, belum masuk instrumen yang rupiah," ujarnya di sela desiminasi Buku Laporan Keuangan Indonesia (LPI) tahun 2016 di Anvaya HOtel.

Mirza mengharapkan Dengan mengalirnya investasi asing ke Indonesia pascakenaikan rating itu, maka diikuti deregulasi untuk mendukung investasi di antaranya dari sektor manufaktur dan perdagangan serta sektor lainnya.

Guna mewujudkan optimisme tersebut, Bank Indonesia bersama kementerian dan lembaga terkait akan menjaga pengelolaan makro ekonomi Indonesia, defisit anggaran yang dijaga sehat serta menjaga inflasi pada rentang tiga hingga lima persen.

Sebelumnya, dua lembaga pemeringkat internasional Moody`s Investors Service dan Fitch Ratings memberikan penilaian positif terhadap utang Indonesia. Mirza menambahkan, dengan predikat layak investasi itu maka diharapkan membuka masuknya aliran dana asing lebih besar. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi