Pengembangan Bali Barat Masih Bertumpu Pelaku Industri Pariwisata

Senin, 15 Mei 2017 : 12.36
Mimpi Resort Menjangan salah satu resor di kawasan Bali Barat Buleleng
BULELENG - Keberadaan kawasan Taman Nasional Bali Barat (TNBB) dan sekitarnya di Kabupaten Buleleng masih bertummpu pada sektor pariwisata dalam mendatangkan kunjungan wistawan yang selama ini digerakkan pelaku indusrtri pariwisata.

Selama ini, perhatian dan dukungan pemerintah daerah terutama untuk mengangkat kawasan sekitar TNBB masih minim padahal dukungan infrastruktur seperti jalan dan telekomunikasi sangat dibutuhkan untuk pengembangan kawasan ini dalam menyambut wisatawan asing.

Hal itu dirasakan Ozyd Sileuwe dari West Bali Explorer yang juga menyediakan wisata olahraga air dengan bekerjasama dengan pelaku pariwisata di kawasan Wisata Bali Barat.

"Padahal Ke depan, Eksplorasi pariwisata Bali Barat diyakini dapat mendongkrak pendapatan untuk kas daerah," tukas Ozyd ditemui awak media akhir pekan lalu di Mimpi Resort Menjangan Banyuwedang Desa Pejarakan Kecamatan Gerogak, Buleleng.

Menurutnya, potensi wisata Bali Barat sejatinya cukup bagus yang selama ini banyak digerakkan dari pelaku pariwisata perhotelan, resor dan masyarakat. "Jangankan di Bali Barat, di Bali Selatan saja, peran pemerintah daerah sangat minim," tukas Ozyd.

Pengambangan pariwisata Bali Barat sangat minim dilakukan pemerintah. Dicontohkan sejak tahun 1997, jika ada market potensial, pelaku pariwisata menjualnya ke pasar dengan ikon Bali Barat. "Supaya main set mereka, ke Bali Barat ke Menjangan, mereka bisa memilih hotel sesuai budgetnya," sebutnya.

Salah satu obyek wisata di Teluk Banyuwedang Bali Barat
Dari sisi market, wisatawan asing datang ke Bali Barat ingin mendapat kepastian akan mendapatkan apa selama berlibur di kecamatan paling barat Kabupaten Buleleng itu.

Selama ini, segmen market juga sangat spesifik, seperti Diving wisatawan Jerman. Kemudian wisman Prancis, datang hanya untuk tracking dan snokerling. Barulah negara Eropa Barat lainnya seperti Kanada, Swiss dan Belanda meski dalam jumlah tidak banyak.

Sementara untuk market Australia yang selama ini mendominasi kunjungan ke Bali masih jarang memilih Bali Barat sebagai lokasi favorit mereka berlibur di Bali.

"Image pasar Australia darah ini, masih mahal dan karena masing masing karakter punya interset sendiri," sambungnya. Sedangkan wisatawan domestik masih kecil berkunjung ke wilayah ini.

Karena itu, kini, pelaku pariwisata di wilayah ini, mulai mengubah konsep, bagaimana dalam mainset wisatawan itu bahwa Bali Barat itu memiliki keindahan alam yang tidak kalah dibanding Bali Selatan. (rhm)
Berita Terbaru
Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi