Operasi Patuh Agung di Tabanan, Pelanggaran Terbanyak Didominasi Tanpa STNK dan SIM

Kamis, 18 Mei 2017 : 23.11
Kasat Lantas Polres Tabanan AKP Ketut Mastra Budaya
TABANAN - Operasi Patuh Agung 2017 yang digelar Polres Tabanan selama sepuluh hari terakhir telah menindak lebih dari 500 pelanggaran. Dari jumlah pelanggaran tersebut, pelanggaran terbanyak didominasi pelanggaran tanpa Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan Surat Ijin Mengemudi (SIM)

Kasat Lantas Polres Tabanan AKP Ketut Mastra Budaya seijin Kapolres Tabanan mengungkapkan, Operasi Patuh Agung 2017 yang digelar Polres Tabanan sampai hari ke sepuluh, Kamis (18/5/17) telah menindak 568 pelanggaran.

"Pelanggaran terbanyak masih didominasi pelanggaran tanpa STNK dan SIM. Jumlahnya lebih dari 50 persen dari total pelanggaran," katanya Disebutkan, berdasarkan data yang ada sampai hari ke sembilan, Rabu (17/5/17) siang, pihaknya telah melakukan 496 penindakan (tilang) dan delapan teguran simpatik.

Dari 496 pelanggaran tersebut, tanpa STNK dan SIM jumlahnya 229 pelanggaran, melanggar rambu lalu lintas 71 pelanggaran, melawan arus 39 pelanggaran, tanpa helm 37 pelanggaran, menyalahi syarat teknis 36 pelanggran dan beberapa pelanggaran lainnya.

Ditambahkan, saat dilakukan operasi di jalan Darmawangsa Timur Kantor Bupati, Rabu (17/05/17) sore, pihaknya juga  berhasil menindak 72 pelanggaran.

"Dari jumlah pelanggaran ini, 57 pelanggaran tanpa SIM, 5 pelanggaran tanpa STNK, 9 pelanggaran tanpa SIM dan STNK, dan 1 pelanggaran teknis, selain itu kami juga menyita 9 sepeda motor dalam operasi tersebut," pungkasnya. (gus)
Berita Terbaru
Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi