Menyusuri Keindahan Alam Tersembunyi di Bali Barat

Senin, 15 Mei 2017 : 12.16
Lokasi dinner di bibir teluk Banyuwedang Mimpi Resort Menjangan (foto:istimewa)
BULELENG - Pulau Bali tak hanya memiliki keindahan pantai berpasir putih yang digandrungi wisatawan terlebih mancanegara di Bali Selatan. Di ujung Barat Pulau Bali tak kalah eloknya alam yang ditawarkan mulai Taman Nasional Bali Barat (TNBB), sumber air panas, hutan mangrove, pantai hingga spot-spot keren diving dan snorkeling di Pulau Menjangan di Kabupaten Buleleng.

Dibanding gemerlap pariwisata Bali Selatan, wisatawan asing maupun domestik belum banyak melirik ke "surga" tersembunyi di Bali Barat. Ya, di kawasan Bali Barat ini, jumlah wisatawan tidak seramai geliat pariwisata Bali Selatan.

Meski kalangan industri pariwisata terus berinovasi dalam produk-produk paket pariwisata menarik dalam menjaring wisatawan, namun belum optimal lantaran minimnya dukungan pemerintah daerah.

Yang paling dirasakan seperti kurang mendukungnya infrastruktur telekomunikasi dan akses jalan menuju ke obyek wisata maupun resor-resor yang ada di sekitar TNBB di Kecamatan Gerogak itu.

Maklum saja, kendala jarak ke wilayah ini, menjadi salah satu pertimbangan wisatawan asing usai mendarat di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, sehingga memilih berlibur seperti di Nusa Dua dan Kuta, termasuk dalam hal akomodasinya.

Belum lagi, jarak tempuh 3 jam lebih dari Denpasar sebagai Ibu Kota Provinsi Bali, menjadi kendala tersendiri bagi wisatawan yang ingin berlibur di Bali Barat. Padahal, sejatinya, kekayaan alam di kawasan ini, tak kalah menarik, begitu mempesona bagi mata yang memandang.

Suasana sunset becah restaurant Mimpi Resort Menjangan 
"Di kawasan Bali Barat cukup banyak potensi pariwisata yang belum banyak dilirik wisatawan," sebut General Manager Mimpi Resort Menjangan I Gusti Lanang Ketut Susila ditemui akhir pekan lalu.

Diakui Lanang, hanya wisatawan memiliki minat khusus yang ingin menikmati keindahan alam di kawasan Bali Barat. Sebut saja sumber mata air panas hot springs sauna yang dikelola Mimpi Resort, juga menjadi daya tarik tersendiri.

Resor seluas 6 hektar di Desa Pejarakan, Kecamatan Gerokgak itu memiliki konsep Eco Tourism menyediakan berbagai fasilitas seperti aktivitas menyelam bekerjasama dengan PADI Dive Center & Watersport, Spa, Balai Yoga, Private transfer Bandara, Mata Air Panas Belerang, Layanan internet/Wifi, Penyewaan sepeda gratis dengan restoran dan cafe yang buka 24 jam.

Wisatawan yang menginap di Mimpi Resort memiliki banyak pilihan jika ingin berlibur dengan fasilitas dan keindahan yang ditawarkan. Demikian juga, menikmati kuliner yang mengadopsi kearifan lokal saat dinner di bibir teluk Banyuwedang.

Konsep yang ditawarkan dalam pariwisata di Bali Barat ini adalah alam. Alam yang perlu dijaga, hutannya, sumber mata air panas hot spring di Banyuwedang. Demikian juga di tempat lainnya namun belum tereksploitasi atau dikelola secara profesional.

Bali Barat itu selain ikon pariwistaanya Taman Nasional dan Pulau Menjangan, ada juga potensi lain yakni hot spring. Selama ini, potensi Hot Spring hanya ada di Banjar (Buleleng), Batukaru (Tabanan) dan Kintamani.

Padahal di Bali Barat itu ada juga hot spring, hanya saja belum terpublikasi secara baik termasuk pemerintah juga belum optimal menginformasikan potensi itu sampai ke tingkat bawah.

Demikian juga, ada daya tarik wisata tersendiri yakni lokasi pengembangbiakan jalak Bali yang menjadi ikon Bali Barat. Juga, ijah atau lutung yang menjadi daya tarik bagi wisatawan di wilayah ini.

Lokasi diving dan snorkeling di perairan Pulau Menjangan
Selain potensi itu, pengunjung juga bisa melihat spot diving dan snorkeling di Pulau Menjangan yang berbeda dibanding lainnya di Bali. "Wisatawan bisa start dari dermaga di sini, pergi ke Pulau Menjangan dengan waktu tempuh sekira 40 menit," jelas Lanang.

Sepanjang jalur teluk menuju laut yang dilewati, bisa menikmati hijau nan indahnya hutan bakau di kanan kiri, yang begitu menyejukkan. Perjalanan dengan boat nelayan setempat yang menantang itu, tidak terasa capek dengan suguhan dari kejauhan keberadaan hutan mangrove dan pulau-pulau kecil di sekitar.

Mereka bisa menikmati keanekaragaman hayati dan biota laut yang mengagumkan seperti ikan-ikan maupun terumbu karang mulai pagi hingga sore hari. Dengan peralatan diving menyelam maupun snorkeling, pengunjung bisa melihat sangat dekat keberadaan ikan-ikan mikro yang cantik penuh warna yang hanya ditemukan di perairan Pulau Menjangan.

"Ikan-ikannya cukup bagus, spotnya sangat indah di sini," ucap Monica wisatawan asal Belanda saat bermain snorkeling bersama tiga rekannya. Selama ini, wisatawan mancanegara yang berlibur di kawasan ini, dodominasi turis asal Eropa seperti Prancis, Jerman dan sebagian kecil lainnya asal Eropa Timur seperti Belanda, Swiss.

Diakui Lanang, mereka datang dalam jumlah kecil seperti pasangan yang sudah menikah hingga para kaum lanjut usia. Masa tinggal menginap longstay hingga dua pekan. "Wisatawan suka ke sini karena biotanya berbeda, spesifiknya beda dengan daerah lain," sambungnya. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi