Masuk Kawasan Pariwisata, Jalan Mimpi di Bali Barat Rusak Parah

Senin, 29 Mei 2017 : 12.25
BULELENG - Meski kerap didatangi wisatawan dan menjadi akses menuju hotel dan resor mewah namun Jalan Mimpi di Dusun Batu Ampar Desa Pejarakan Gerokgak Buleleng kondisinya rusak parah.

Sudah bertahun-tahun kondisi jalan rusak dan sejauh ini belum ada perhatian Pemkab Buleleng. Kondisi ini jauh berbeda dengan jalan- jalan di pusat kota Singaraja tampak mulus. Tidak hanya di Batu Ampar, di pedesaan lainnya di Bali Barat yang merupakan salah satu destinasi pariwisata, juga mengalami kondisi tak jauh beda.

Jalan Mimpi misalnya, yang dibangun warga Batu Ampar tahun 1990 melalui padat karya, sampai pertahun 2017 ini perbaikan jalan tersebut tidak mendapat perhatian pemerintah. Padahal, daerah tersebut merupakan daerah kunjungan wisatawan mancanegara dan wisatawan Lokal dan terdapat bangunan sekolah SD 4 Pejarakan.

Sejumlah akomodasi hotel berbintang dan obyek pariwisata ada seperti putih yang dikelola Kelompok Sadar Wisata (Pokmasta) ada di wilayah yang dikenal Bali Barat itu. Wisatawan yang hendak menikmati panorama laut atau bersembahayan ke Pulau Menjangan, akan melewati jalan tersebut.

Warga harus ekstra hati-hati apalagi musim penghujan karena disamping licin kondisi jalan rusak banyak krikil dan bebatuan tajam bisa menggemboskan roda sepeda motor. Sejatinya, masyarakat Dusun Batu Ampar bermimpi dan sangat berharap pemerintah Buleleng agar perbaikan jalan tersebut segera dilaksanakan.

Kepala Dusun Batu Ampar Ketut Wendra menuturkan Jalan Mimpi menjadi akses utama bagi warga yang berjumlah 100 KK (Kepala Keluarga). Jalan ini sepanjang 1 kilometer dan luas 12 meter. Di sekitar jalan terdapat tanah milik Pemerintah Kabupaten Buleleng yang di kontrak Hotel Mimpi hingga sekarang.

Jalan Mimpi pertama kali dibangun Hotel Mimpi, Karenanya, warga menamainya dengan Jalan Mimpi. Pihaknya sudah pernah mengajukan kepemerintah kabupaten bersama Perbekel Pejarakan karena statusnya jalan itu jalan kabupaten.

Jalan Mimpi yang menghubungkan ke berbagai hotel yang ada disekitarnya, setiap masuk ke kawasan seperti Hotel Bali Dinasty dan Hotel Gawana, semua sudah terbetonisasi dan diaspal para pihak hotel.

Para pejabat kabupaten atau pun provinsi sebenarnya kerap melewati jalan itu namun agaknya tidak mendapat perhatian. Padahal, kawasan tersebut merupakan daerah kunjungan wisata dan padat penduduk.

Wendra sangat berharap sebelum dirinya lengser sebagai kepala dusun Batu Ampar setelah 12 tahun menjabat, agar pemerintah Buleleng memperbaiki Jalan Mimpi. "Saya berharap pemerintah memperhatikan jalan ini sebab masyarakat sangat mengidamkan jalan di wilayahnya bagu bisa diaspal agar perekonimian di sini juga lancar," harapnya,

Hal sama disampaikan pelaku wisata Banyu Mandi, Nyoman Sandi dihubungi terpusah. Dia pernah menanyakan ke pihak terkait dan dijanjikan akan segera diperbaiki. "Tapi kapan diperbaiki saya tidak tau, kebetulan waktu itu rapat di Hotel Gawana dihadiri Kadis Pariwisata, pak Camat, DPRD komisi II katanya tunggu keputusan dari PU," tutup Sandi.

Atas kondisi ini, Kepala Dinas PU Kabupaten Buleleng Ketut Suparta Wijaya, berkilah jika jalan rusak itu bukan jalan Kabupaten. "Jalan kabupaten panjangnya hanya 1 km dan kondisi jalanya masih baik, selebihnya itu jalan lingkungan. Rabu ini saya turun dan cek kelapangan," janjinya secara terpisah. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi