Majukan Almamater, Ikatan Alumni Unair Buka Cabang di Eropa

Rabu, 24 Mei 2017 : 10.41
SURABAYA - Para pengurus Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Universitas Airlangga (Unair) berencana membuka cabang kepengurusan di luar negeri seperti Eropa guna memberikan dukungan untuk kemajuan kampus di Kota Surabaya itu.

Sebanyak 137 pengurus Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Universitas Airlangga (Unair) periode 2017-2021 resmi dilantik akhir pekan lalu (20/5/17). Para pengurus baru memiliki program utama yaitu memperkuat pendataan dan pemberdayaan alumni. Mereka juga berencana membuka cabang ikatan alumni di luar negeri (LN).

Ketua Umum (Ketum) IKA Unair Haryanto Basoeni menerangkan, pendataan alumni tersebut dilakukan untuk mengetahui potensi yang dimiliki setiap lulusan. ”Melalui pendataan tersebut, kami ingin melihat seberapa banyak alumni yang sudah berkarya dalam berbagai sektor,” terangnya Haryanto usai pengukuhan dan Rapat Pleno baru-baru ini

Peran Unair sebagai perguruan tinggi yang mencetak lulusan berkualitas belum terlihat maksimal karena tidak adanya pendataan lulusan. Saat ini, Unair tercatat telah memiliki total alumni sekitar 112 ribu orang. Namun, dari jumlah tersebut yang baru terdata melakukan verifikasi ke laman alumni baru sekitar 700 orang.

Guna mengatasi hal tersebut, pengurus IKA sudah melakukan koordinasi kepada seluruh pengurus yang ada di berbagai daerah. Unair telah memiliki 14 cabang dan 8 wilayah yang tersebar di beberapa kepulauan. ”Nah, penjaringan melalui cabang dan wilayah inilah yang nanti kami intensifkan,” jelas dia.

Tidak hanya di tingkat nasional, dalam kepengurusan tersebut Haryanto juga memperluas jaringan alumni yang berada di luar negeri. Baik itu lulusan Unair yang sedang menempuh pendidikan tinggi di luar negeri ataupun mereka yang sudah bekerja dan berdomisili.

Keputusan pendirian cabang IKA Unair luar negeri itu dilakukan karena pertimbangan jumlah lulusan Unair yang cukup banyak di berbagai negara. Dalam pantauan kepengurusan IKA Unair, mereka memiliki semangat yang tinggi untuk memajukan Unair.

Rencananya, pendirian cabang di luar negeri itu dimulai wilayah Eropa seperti di Belanda, Jerman, dan Belgia. Tiga negara itu memiliki jumlah alumni Unair cukup banyak terlebih dari jurusan kedokteran dan hukum.

Semua kegiatan pengembangan tersebut akan ditangani secara khusus melalui departemen kajian internasional dan pendayagunaan alumni global. ”Departemen ini baru ada dalam kepengurusan ini,” jelasnya.

Ketua Departemen Kajian Internasional dan Pendayagunaan Alumni Global Ahmad Cholis Hamzah menyebutkan bahwa peran alumni sangat penting untuk meningkatkan citra perguruan tinggi.

Dalam perankingan perguruan tinggi global, peran alumni mempunyai nilai yang cukup besar. Penilaian biasanya dilakukan dengan melihat reputasi dan peran yang diberikan alumni.

Di tingkat ASEAN, alumni Unair sebenarnya sudah cukup diperhitungkan kualitasnya. Banyak alumni Unair, khususnya bidang kedokteran yang saat ini menempati posisi strategis di Malaysia. ”Banyak yang jadi direktur lho di sana,” terangnya.

Pemberdayaan alumni luar negeri juga penting untuk mempromosikan Unair menuju kampus global. Semisal, dengan menarik mahasiswa asing untuk menjajal berkuliah di Unair. Strategi ini bisa dilakukan secara bertahap dan akan menguntungkan Unair. (des)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi