Lomba Desa Berprestasi, Duta Tabanan Desa Pajahan Dinilai Tim Provinsi

Selasa, 16 Mei 2017 : 05.25
Tim penilai Lomba Desa Berprestasi  tingkat Provinsi Bali saat melakukan penilaian di Desa Pajahan, Kecamatan Pupaun, Tabanan
TABANAN - Desa Pajahan di Kecamatan Pupuan yang menjadi duta Kabupaten Tabanan dalam Lomba Desa Berprestasi Menurunkan Kemiskinan, dinilai oleh tim penilai tingkat Provinsi Bali, Senin (15/5/17).

Menurunkan kemiskinan tingkat Provinsi Bali tahun 2017, Desa Pajahan Kecamatan Pupuan dinilai Tim Provinsi Bali, Senin (15/05) pagi.

Bertempat di Kantor Desa Pajahan, Tim Penilai Provinsi Bali diterima oleh Sekretaris Dinas Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Tabanan I Made Abdi Sucipta didampingi Kabid Pemberdayaan Pembangunan Usaha Ekonomi Masyarakat I Ketut Sujana, dan Kepala Desa Pajahan I Ketut Madi Arsana.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Tabanan Roemi Liestyowati dalam sambutannya dibacakan oleh Kepala Bidang Pemberdayaan Pembangunan Usaha Ekonomi Masyarakat I Ketut Sujana mengatakan, tampilnya Desa Pajahan sebagai Duta Kabupaten Tabanan dalam lomba Desa berprestasi menurunkan kemiskinan tingkat Provinsi Bali tahun 2017, setelah melalui tahapan evaluasi.

"Yang kami lakukan di tingkat Kabupaten dengan memperhatikan jumlah rumah tangga sasaran (RTS) dan rumah tangga miskin (RTM), semangat masyarakat serta potensi Desa Pajahan," jelasnya. Disebutkan, momen ini diharapkan bisa dijadikan titik awal untuk terus berbuat yang lebih greget lagi khususnya dalam upaya pengentasan kemiskinan.

"Kami selalu mengingatkan bahwa lomba seperti ini bukan tujuan akhir, melainkan sebagai sarana untuk mengingatkan agar selalu bangkit mengatasi permasalahan, mengelola potensi yang ada,untuk dapat secara maksimal kita manfaatkan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat," paparnya.

Kepala Desa Pajahan I Ketut Madi Arsana melaporkan, Desa Pajahan definitif menjadi desa sejak tanggal 20 juli 1988, saat ini berusia 29 tahun, usia yang tidak terlalu muda juga tidak terlalu tua, berada di usia yang sedang-sedang. Desa yang sedang membangun, sedang memerlukan bantuan dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.

Madi Arsana menambahkan, karena tergolong desa miskin dengan segenap komponen masyarakat, berbagai upaya dilaksanakan, seperti membentuk Tim penanggulangan kemiskinan.

"Kami tidak ingin terus sebagai desa miskin, kami membentuk tim penanggulangan kemiskinan yang terdiri dari kelihan dinas, tokoh masyarakat, dan LPM. Tim inilah bekerja menggali gagasan, membuat dan melaksanakan program kerja pengentasan kemiskinan," jelasnya.

Sementara Ketua Tim Penilai Provinsi Bali I Made Wiryata yang juga Kabid Pembangunan dan Pemberdayaan ekonomi Masyarakat Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Provinsi Bali mengatakan parameter penilaian meliputi parameter program inovasi, efektifitas pelaksanaan program, eksistensi pelaksanaan program, kelembagaan tim penanggulangan kemiskinan, kepekaan masyarakat terhadap permasalahan kemiskinan dan parameter tingkat pengangguran.

"Dalam lomba ini ada enam parameter penilaian. Mohon diberikan data-data pendukung sehingga mencerminkan kondisi yang senyatanya, seriilnya, apa yang telah dilakukan. Disamping penilaian administrasi kami juga akan melakukan kunjungan lapangan," tegasnya. (gus)
Berita Terbaru
Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi