Kaya Rempah, Sedapnya Soto Ayam Surabaya Racikan Harry T Putra

Selasa, 16 Mei 2017 : 05.51
Harry T Putra
DENPASAR - Bagi penggemar soto di Bali, nama soto ayam Surabaya menjadi salah satu referensi kuliner wajib saat menikmati santap siang hingga malam bersama keluarga. Salah satu kuliner kaya rempah dan sedap yang hingga kini masih eksis adalah Soto Ayam Surabaya (SAS) rajikan juragan kuliner Harry Trimulia Putra.

Cak Heri, sapaan pria kelahiran Surabaya ini, bukan orang baru bagi pengusaha kuliner di Bali. Maklum saja, sejak tahun 1983 an, racikan sotonya sudah diterima masyarakat di Denpasar. Hingga sempat jatuh bangun menekuni jualan soto ayam kampung, tak membuatnya patah semangat.

Dia berkisah, saat merebak isu flu burung, ia terpaksa harus menutup usaha soto ayamnya di kawasan Tuban, Badung karena kesulitan mendatangkan ayam kampung hidup langsung dari Surabaya.

Rupanya, tekad besarnya melestarikan kuliner peninggalan tradisional kian memacu niatnya terus melanjutkan usaha soto ayam yang telah dirintis puluhan tahun silam itu. "Saya ingin tetap meneruskan soto ayam Surabaya yang merupakan warisan nenek moyang," ujarnya saat ditemui di Warung Soto Ayam Surabaya (SAS) di bilangan Jalan Teuku Umar, belum lama ini.

Berjualan soto ayam ditekuninya dimulai dari Jalan Kalimantan, Denpasar. Semakin banyak pelanggan yang cocok dengan racikannya, kemudian pindah ke Jalan Sumatra untuk mencari lokasi strategis.

Setelah keliling mencari tempat yang lebih representatif sehingga di tahun 90-an kembali pindah ke Jalan Veteran, kawasan pasar burung Satria. Cukup lama di jalan veteran akhirnya bergeser ke wilayah Tuban, Badung.

Saat merabaknya isu flu burung, usaha yang dirintis Harry terkena dampakknya hingga terpaksa ditutup. "Waktu itu saya tak bisa mendatangkan ayam kampung hidup dari Surabaya," katanya berkisah.

Selama ini, bahan baku soto ayam, yang didatangkan ke Bali harus kondisi hidup kemudian baru dipotong. "Ini salah satu standar kami," katanya soal resep hingga rasa ayamnya tampak empuk sedap dan enak itu.

Ayah tiga putra yang juga pencinta lukisan itu, bertutur juga, salah satu resep hingga banyak pembeli datang selain kualitas terjaga dengan ramuan tradisional juga ditopang tempat maupun pelayanan yang baik.

Itulah, konsep yang terus dipegang hingga saat ini sehingga soto ayam Surabaya itu digemari semua kalangan masyarakat di Bali. Harga soto yang dibandrol juga pas di kantong Rp20 ribu sehingga tak ayal, kuliner yang satu ini selalu ramai oleh pembeli dari siang hingga malam hari.

"Konsep saya tetap kaki lima agar semua kalangan bisa menikmati kuliner yang ada di SAS," sambung pria yang suka olah raga Tinju itu.

Selain soto ayam, untuk memberikan pilihan bagi pengunjung ada juga menu tambahan yang dipajang di SAS ini menu ayam lainnya seperti ayam bakar, ayam goreng dan olahan lainnya. SAS juga menyediakan minuman spesial yang juga dari bahan-bahan local dan merupakan warisan tradisional seperti wedang jahe. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi